SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di wilayah perkotaan.
Salah satu langkah nyata dilakukan dengan menata sistem depo agar bersih, cepat terangkut, dan bebas dari bau tak sedap.
Kepala DLH Kotim Marjuki mengatakan pihaknya tidak hanya menerima laporan dari lapangan, tetapi juga turun langsung memastikan kondisi depo dan armada pengangkut berfungsi maksimal.
Dengan jumlah petugas yang ada, pihaknya berupaya menjaga kebersihan dan mempercepat waktu pengangkutan sampah.
“Kami berupaya semaksimal mungkin. Sekarang ini tenaga kami terdiri dari 53 orang PPPK, 115 tenaga paruh waktu, dan rencananya akan ada tambahan 129 tenaga outsourcing,” ujar Marjuki, Selasa (11/11/2025).
Saat ini, DLH mengelola delapan depo di wilayah Sampit. Dari hasil evaluasi, setiap depo ditempatkan tujuh hingga delapan petugas, termasuk satu sopir yang ditargetkan melakukan tiga kali angkut setiap hari. Dengan sistem itu, pengangkutan dapat selesai rata-rata pada pukul 14.00 WIB.
“Setelah itu, armada dibersihkan. Depo juga kami semprot setiap hari, seperti depo di belakang SMPN 3 Sampit. Bisa dipastikan tidak bau, bahkan bisa masuk ke tengah area tanpa mencium aroma tidak sedap,” katanya.
Marjuki menjelaskan, kecepatan pengangkutan menjadi kunci agar tidak terjadi penumpukan sampah di depo. Selain itu, DLH juga mendapat tambahan fasilitas dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupa hibah satu unit dump truck, satu unit dump amrol, satu unit konsektor yang mampu mengepres sampah, serta enam kontainer baru.
“Dengan alat pengepres itu, volume sampah bisa ditekan. Kalau sebelumnya tiga rit, kini cukup satu rit. Kontainer baru juga akan kami sebar di depo dengan volume sampah besar,” jelasnya.
Menurutnya, dengan sistem kontainer tertutup, petugas tidak perlu lagi menurunkan sampah ke tanah, sehingga area depo tetap kering dan tidak menimbulkan bau.
Saat ini rata-rata pengangkutan sampah mencapai 16–17 rit per hari atau sekitar 68 ton, menurun dari sebelumnya yang bisa mencapai 25 rit. Penurunan itu menunjukkan efektivitas sistem baru yang diterapkan.
“Sampah tidak lagi ditimbun di depo. Kami pastikan semua terangkut sesuai jadwal,” tegas Marjuki.
Upaya DLH Kotim ini diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan kota serta meningkatkan kenyamanan masyarakat, terutama di sekitar kawasan depo yang selama ini dianggap bau. (yn/fm)
Editor : Farid Mahliyannor