SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sampit, Seanawati Oetama, menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi masa kini tidak cukup hanya berbekal ijazah, tetapi harus siap kerja dan siap usaha.
Dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-28 STIE Sampit, Seanawati menyebut lulusan perlu menguasai teknologi bukan sekadar sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pencipta peluang baru yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
"Selain itu, isu sustainability dan ekonomi hijau menjadi perhatian penting. Lulusan STIE Sampit harus peduli pada lingkungan, ekonomi kerakyatan, dan mendukung UMKM agar bisa bersaing di era digital," tegasnya, Kamis (23/10 /2025).
Pesan tersebut sejalan dengan hasil penelitian dosen STIE Sampit mengenai dampak penggunaan Artificial Intelligence (AI) di kalangan generasi muda. Dalam orasi ilmiah, Yuli Sintha Asi menyebut AI bisa menjadi kekuatan besar jika digunakan dengan bijak.
“Generasi muda harus menjadi manusia yang utuh: cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan berakar pada nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Kotawaringin Timur, Donny Yohannes Laseduw, menambahkan pentingnya semangat wirausaha di tingkat lokal. “Lebih baik menjadi pemilik toko kecil daripada sekretaris perusahaan besar. Buka lapangan kerja, bangun desa. Saat ini, potensi besar justru ada di sektor pertanian,” katanya.
Pesan senada juga disampaikan Staf Ahli Bupati Kotim, Rafiq Riswandi, yang mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen bisnis untuk meningkatkan daya saing global. (oes)
Editor : Slamet Harmoko