Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Status Cuaca Kotim: 9 Titik Panas Terdeteksi, Sebagian Wilayah Masih Sangat Mudah Terbakar

Usay Nor Rahmad • Kamis, 9 Oktober 2025 | 09:33 WIB
Status kemudahan terjadinya kebakaran di Kalimantan, sebagian besar woalayh berwarna merah artinya sangat mudah terbakar. (BMKG Stamet H Asan Sampit)
Status kemudahan terjadinya kebakaran di Kalimantan, sebagian besar woalayh berwarna merah artinya sangat mudah terbakar. (BMKG Stamet H Asan Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Berdasarkan data terbaru dari Stasiun Meteorologi H. Asan Kotawaringin Timur, Kamis (9/10/2025 ), aktivitas cuaca di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih perlu diwaspadai.

BMKG mencatat, terdapat sembilan titik panas (hotspot) yang terdeteksi dalam 24 jam terakhir, tersebar di Kecamatan Antang Kalang, Bukit Santuai, dan Teluk Sampit.

Sebagian besar titik panas muncul di Kecamatan Bukit Santuai, tepatnya di wilayah Tewai Hara, Tumbang Batu, Tumbang Penyahuan, Tumbang Payang, dan Tumbang Sapia.

Sementara satu titik terdeteksi di Antang Kalang (Tumbang Sepayang) dan satu lagi di Ujung Pandaran, Teluk Sampit.

Tingkat kepercayaan satelit SNPP menunjukkan nilai 8 atau kategori sedang, yang menandakan potensi kebakaran cukup tinggi.

BMKG juga melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, masih berada pada status “Sangat Mudah Terbakar”.

Berdasarkan analisis parameter cuaca per 9–10 Oktober 2025, zona rawan kebakaran meliputi wilayah selatan dan tengah Kalimantan Tengah, termasuk kawasan pesisir dan lahan gambut di Kotim.

“Wilayah yang berwarna merah pada peta menandakan sangat mudah terbakar. Sementara daerah biru di bagian utara relatif lebih aman,” tulis BMKG dalam laporan resminya.

Dari citra satelit Himawari-9, tidak terpantau pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim, kecuali di Kecamatan Pulau Hanaut dan Teluk Sampit. Kondisi atmosfer ini menandakan minimnya potensi hujan yang bisa membantu menekan risiko kebakaran.

Selain itu, prakiraan curah hujan 24 jam ke depan menunjukkan kondisi berawan, dengan intensitas hujan yang sangat ringan. Ketinggian gelombang di perairan selatan Kotim (Laut Jawa) juga terpantau relatif aman, yakni di kisaran 0,5–1 meter pada pukul 13.00 dan 19.00 WIB.

Dari hasil analisis arah angin, BMKG mencatat pola angin bertiup dari timur hingga tenggara menuju utara, sehingga asap kebakaran berpotensi menyebar ke wilayah tengah dan utara Kotim.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang berstatus sangat mudah terbakar.

“Kami mengingatkan agar tidak melakukan pembakaran, baik untuk membuka lahan maupun kegiatan lainnya, karena kondisi cuaca masih sangat kering,” imbau Forecaster On Duty BMKG Stamet H Asan Kotim M Inggit Rizki. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#cuaca kalteng hari ini #cuaca hari ini