Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir 24 Desa di Kotim Berangsur Surut, BPBD Ingatkan Warga untuk Tetap Lakukan Ini

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 1 Oktober 2025 | 06:00 WIB
BANJIR: Foto udara banjir yang melanda Desa Hanjalipan, Kamis (25/9).
BANJIR: Foto udara banjir yang melanda Desa Hanjalipan, Kamis (25/9).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kini berangsur surut. Meski demikian, ancaman bencana belum sepenuhnya berakhir karena potensi hujan deras diprakirakan masih akan terjadi pada Oktober ini.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim Multazam mengatakan hasil asesmen terakhir pada 29 September menunjukkan banjir yang merendam 24 desa dan kelurahan di sembilan kecamatan sudah surut. Aktivitas masyarakat kembali berjalan, meski beberapa fasilitas pendidikan sempat terganggu.

“Di SDN 1 Hanjalipan aktivitas belajar mengajar terhenti hampir 10 hari karena sekolah terendam. Sementara di SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan, hanya halaman sekolah yang terendam sehingga aktivitas tetap berjalan meski terbatas. Ada juga SDN Kunjung Lampuyang yang mendapat atensi khusus dari Wakil Bupati Kotim untuk segera dilakukan upaya tambahan mitigasi,” jelas Multazam.

Selain fasilitas pendidikan, sejumlah akses transportasi juga terdampak banjir. Salah satunya jalan menuju Desa Tanjung Harapan yang sempat putus akibat derasnya arus. BPBD bersama dinas terkait melakukan perbaikan darurat, sehingga jalur tersebut kini sudah bisa dilalui kendaraan dengan kapasitas angkut hingga 6–8 ton.

Tak hanya pemerintah, dunia usaha juga ikut membantu penanganan banjir, di antaranya normalisasi saluran air di Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. 

“Pekerjaan ini masih berlangsung, dan kami berharap dapat meminimalkan dampak banjir di wilayah tersebut,” tambahnya.

Multazam mengingatkan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, sebab BMKG memprakirakan Oktober menjadi puncak musim hujan. “Kami imbau masyarakat waspada, terutama menjaga anak-anak dari bahaya banjir. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk sosialisasi keselamatan terkait bahaya listrik saat banjir,” katanya.

Desa Hanjalipan di Kecamatan Kota Besi menjadi desa terakhir yang terdampak banjir akibat hujan deras disertai pasang Sungai Mentaya dan Sungai Tualan. Pada Senin (29/9), air mulai surut dan menyisakan genangan di halaman rumah warga.

BPBD Kotim mencatat, sejak status siaga darurat banjir ditetapkan pada 12 September, terdapat sembilan kecamatan dengan 24 desa dan kelurahan terdampak, yakni Kecamatan Cempaga Hulu (Desa Sungai Ubar Mandiri), Kecamatan Parenggean ( Desa Beringin Tunggal Jaya, Desa Bajarau, Desa Barunang Miri), Kecamatan Antang Kalang (Desa Sungai Hanya), Kecamatan Telaga Antang (Desa Tumbang Sangai, Desa Beringin Agung, Desa Agung Mulya, Desa Tanjung Harapan), Kecamatan Bukit Santuai (Desa Lunuk Bagantung, Desa Teweh Hara, Desa Tumbang Sapia, Desa Tumbang Penyahuan, Desa Tumbang Tilap, Desa Tumbang Kaminting), Kecamatan Tualan Hulu (Desa Tumbang Mujam, Desa Merah), Kecamatan Mentaya Hulu (Kelurahan Kuala Kuayan, Desa Bawan, Desa Tanjung Jariangau), Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (Desa Handil Sohor, Desa Basirih Hilir, Kelurahan Samuda Kota), dan Kecamatan Kotabesi (Desa Hanjalipan). 

Alhamdulillah saat ini seluruh wilayah terdampak sudah surut dan aktivitas kembali normal. Namun sekali lagi kami minta masyarakat jangan lengah, karena potensi hujan deras masih tinggi,” pungkas Multazam. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#bpbd #bencana #banjir #Hanjalipan