Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Titik Panas Masih Bermunculan di Utara Kotim, Potensi Karhutla Tinggi

Usay Nor Rahmad • Minggu, 28 September 2025 | 08:10 WIB
KARHUTLA: Kebakaran lahan di Jalan Rambutan - Lingkar Selatan, Sampit pada Senin (15/9).
KARHUTLA: Kebakaran lahan di Jalan Rambutan - Lingkar Selatan, Sampit pada Senin (15/9).

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghantui Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Data BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit per 28 September 2025 mencatat kemunculan 18 titik panas dalam 24 jam terakhir, dengan konsentrasi paling banyak di wilayah utara.

Sejumlah kecamatan di bagian utara seperti Antang Kalang, Telaga Antang, dan Bukit Santuai terpantau paling banyak menyumbang hotspot.

Bahkan, di Telaga Antang terdeteksi hingga 10 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah.

Kecamatan lain yang ikut menyumbang titik panas antara lain Cempaga Hulu, Tewai Hara, hingga Tumbang Ngahan.

“Wilayah utara Kotim masih menjadi daerah rawan. Kondisi vegetasi kering dan cuaca panas memicu kemunculan titik panas,” terang BMKG dalam laporannya.

Meski begitu, prakiraan cuaca menunjukkan peluang hujan ringan hingga sedang di beberapa kecamatan pada 28–29 September 2025.

Namun BMKG mengingatkan, hujan yang turun belum tentu cukup untuk meredam potensi karhutla, terlebih bila api sudah terlanjur muncul di lahan gambut.

Dari citra satelit Himawari, BMKG juga memantau arah angin bertiup dari timur menuju barat daya hingga barat.

Kondisi ini berpotensi mempercepat penjalaran api bila kebakaran terjadi di kawasan hutan dan lahan kering.

“Pencegahan lebih efektif dilakukan sebelum api muncul. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, karena dengan kondisi angin saat ini risiko api cepat meluas,” tegas BMKG.

Selain itu, analisis potensi kebakaran berdasarkan parameter cuaca menunjukkan sebagian besar wilayah Kotim berada di kategori tidak mudah terbakar hingga aman pada 29 September 2025.

Meski demikian, beberapa kecamatan di bagian utara masih harus diwaspadai karena munculnya titik panas yang berulang.

BMKG meminta masyarakat, aparat desa, dan tim terpadu karhutla lebih waspada terhadap aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama di wilayah utara Kotim. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#BMKG #kebakaran #karhutla