SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali meningkat.
Data BMKG Stasiun Meteorologi H. Asan Sampit per 23 September 2025 mencatat, ada 14 titik panas (hotspot) yang terdeteksi satelit di sejumlah kecamatan, antara lain Antang Kalang, Bukit Santuai, Mentaya Hulu, dan Telaga Antang.
Tingkat kepercayaan titik panas itu berada pada level sedang dengan radius 1.125 meter. Kondisi ini memperlihatkan aktivitas kebakaran di lapangan patut diwaspadai, terutama di wilayah pedalaman yang rawan pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Berdasarkan analisis arah angin dari satelit Himawari, pada 24 September 2025 pola angin bertiup dari tenggara hingga selatan menuju barat laut hingga utara,” tulis BMKG dalam keterangannya, Rabu (24/9/2025)
Pola angin ini berpotensi membawa asap kebakaran meluas ke wilayah lain.
Tak hanya karhutla, BMKG juga merilis prakiraan potensi banjir. Untuk Dasarian III September (21–30), hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah masih berada pada kategori aman. Namun memasuki awal Oktober, potensi banjir kategori menengah hingga rendah mulai muncul di sejumlah daerah.
Sementara itu, prediksi curah hujan untuk Kotim dalam 24 jam ke depan, terhitung mulai 24 September pukul 07.00 WIB hingga 25 September pukul 07.00 WIB, berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang. Citra satelit Himawari-8 pukul 07.00 WIB menunjukkan belum ada pertumbuhan awan signifikan di langit Kotim.
BMKG juga menekankan, potensi kemudahan kebakaran hutan di Kalteng pada 24 September berada di level sangat mudah terbakar, khususnya di hampir seluruh wilayah Kotim. Kondisi baru sedikit membaik pada 25 September, meski masih ada zona merah di sejumlah kecamatan.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan ganda. Saat kemarau panjang, ancaman kebakaran lahan dan kabut asap masih tinggi, sementara hujan yang mulai turun berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir lokal. (oes)
Editor : Slamet Harmoko