Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dua Siswi SMPN 1 Sampit Wakili Indonesia, Ajang Peneliti Internasional di Kuala Lumpur

Yuni Pratiwi Iskandar • Rabu, 17 September 2025 | 06:15 WIB
PELEPASAN: Bupati Kotim Halikinnor melepas dua siswi SMPN 1 Sampit menuju ajang penelitian internasional, Selasa (16/9/2025). YUNI/RADAR SAMPIT
PELEPASAN: Bupati Kotim Halikinnor melepas dua siswi SMPN 1 Sampit menuju ajang penelitian internasional, Selasa (16/9/2025). YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dua siswi SMP Negeri 1 Sampit, Elena Giselle Lantang dan Ilonka Resky Hyskia resmi dilepas oleh Bupati Kotim Halikinnor untuk mengikuti ajang International Research Competition di Multimedia University, Cyberjaya, Kuala Lumpur, Malaysia pada 22–28 September 2025.

Dalam acara pelepasan, Selasa (16/9/2025), Bupati Halikinnor menyampaikan apresiasinya atas inovasi yang dilakukan kedua siswi tersebut. Keduanya berhasil mengangkat potensi lokal berupa daun gelinggang yang diolah menjadi obat antigatal berbentuk spray dan oles.

“Kita ucapkan selamat kepada anak didik kita yang berinovasi menemukan daun gelinggang. Kalau kita di kampung, biasanya daun ini dipakai untuk mengobati penyakit kulit, tapi mereka bisa mengembangkannya menjadi produk yang lebih bermanfaat,” ujar Halikinnor.

Ia menambahkan, temuan tersebut menunjukkan bahwa sumber daya alam yang sering dianggap biasa saja ternyata memiliki nilai lebih tinggi jika diolah dengan baik.

“Kita bersyukur memiliki anak-anak yang bertalenta. Harapannya, mereka bisa mengharumkan nama daerah, bahkan juga nama bangsa, di ajang internasional ini,” imbuhnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kotim memberikan dukungan penuh, baik melalui advokasi pembimbing maupun bantuan dana, agar para duta peneliti dapat tampil maksimal di tingkat internasional.

“Ini sesuatu yang sangat membanggakan, mudah-mudahan mereka bisa meraih predikat terbaik, bahkan juara,” ucapnya optimistis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kotim Muhammad Irfansyah menuturkan bahwa pihaknya turut memberikan pembinaan intensif sebagai persiapan. Salah satunya melalui kegiatan publikasi karya inovasi yang digelar di Aula Disdik belum lama ini.

“Kami ingin memastikan kesiapan anak-anak, baik dari sisi karya, presentasi, maupun mental bertanding. Mereka membawa nama baik Kotim ke kancah dunia,” jelasnya.

Irfansyah juga mengakui bahwa keterbatasan fasilitas laboratorium masih menjadi kendala dalam penelitian di daerah. Namun, hal itu justru memacu kreativitas para siswa.

“Kalau di kota besar mereka mudah mendapatkan fasilitas. Sementara di daerah kita serba terbatas. Tapi justru kreativitas inilah yang membuat mereka bisa bersaing,” katanya.

Selain memberikan pembinaan, Disdik juga memfasilitasi siswa dengan pertemuan daring bersama para ahli dari Medan dan Jakarta untuk memberikan masukan teknis, termasuk peningkatan kemampuan presentasi dalam bahasa Inggris. 

“Kami berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berinovasi. Ke depan, Disdik berkomitmen mendorong lahirnya lebih banyak peneliti belia dari Kotim,” harapnya. (yn/fm) 

Editor : Farid Mahliyannor
#prestasi #Ajang Internasional #SMPN 1 Sampit #wakili indonesia