Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sinergi DLH dan Pedrosa Ubah Wajah Pengelolaan Sampah di Sampit

Yuni Pratiwi Iskandar • Senin, 11 Agustus 2025 | 11:44 WIB
DEPO SAMPAH: Salah satu Depo Sampah di wilayah Kecamatan Baamang.YUNI/RADAR SAMPIT
DEPO SAMPAH: Salah satu Depo Sampah di wilayah Kecamatan Baamang.YUNI/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Penanganan sampah di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini jauh lebih efektif. Perubahan signifikan ini tak lepas dari peran Perkumpulan Persaudaraan Pengangkut Sampah (Pedrosa). 

Sebelumnya, dalam sehari DLH harus mengerahkan 30 hingga 35 truk pengangkut. Kini, jumlah armada yang beroperasi hanya 17 hingga 18 truk, namun volume sampah yang diangkut tetap maksimal.

“Pedrosa membantu memecah beban kerja. Mereka mengangkut sampah dari permukiman dengan armada roda tiga hingga ke depo, kemudian kami jemput langsung untuk dibawa ke TPA. Waktu dan cara angkut sudah diatur, sehingga tumpukan di depo tidak sampai berhari-hari,” kata Kepala DLH Kotim Marjuki. 

Kini, rata-rata pukul 15.00 WIB setiap hari, depo-depo sampah di Sampit yang berjumlah delapan titik sudah bersih. Kondisi ini jauh berbeda dari sebelumnya, ketika tumpukan sampah bisa bertahan hingga tiga atau empat hari. 

Baru-baru ini, DLH mengundang anggota Pedrosa untuk kerja bakti dan silaturahmi. Kegiatan ini dirangkai dengan pembagian kartu anggota Pedrosa sebagai bentuk pengakuan resmi kemitraan.

Pedrosa yang beranggotakan 80 orang dengan 52 armada, rata-rata melayani 50 rumah tangga per anggota. Selain mengangkut sampah, mereka juga membantu memindahkan langsung dari kendaraan ke truk DLH di depo, sehingga mempercepat alur pengangkutan ke TPA.

Marjuki menegaskan, keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan masyarakat dalam menaati waktu buang sampah. Ia mendorong warga mulai membiasakan pemilahan sampah sebelum dibuang.

“Kalau sampah yang dibuang ke depo hanya residu, volumenya bisa berkurang hingga tinggal 10–12 persen. Ini akan memperpanjang umur TPA dan mengurangi sampah yang menggunung,” ujarnya. 

Ketua Pedrosa Kotim Amid Hargo Utomo menyatakan pihaknya siap memperkuat kerja sama ini. Selain membantu pengangkutan, Pedrosa akan terlibat dalam sosialisasi pemilahan sampah.

“Kami ingin kemitraan ini memberikan manfaat jangka panjang. Kalau pengelolaan sampah baik, lingkungan pun lebih sehat,” ucap Amid.

Dengan kekompakan, DLH dan Pedrosa optimistis bisa menjaga depo tetap bersih 1×24 jam, sekaligus memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat. (yn/yit) 

 

Editor : Heru Prayitno
#sampah #sampit