SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur mencatat adanya dua titik panas (hotspot) di wilayah setempat dalam 24 jam terakhir.
Hotspot tersebut terpantau di Kecamatan Antang Kalang di Kelurahan Sungai Hanya dengan tingkat kepercayaan menengah.
Temuan ini mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih perlu diwaspadai.
Meski peta potensi kebakaran untuk 9–10 Agustus 2025 menunjukkan sebagian besar wilayah Kotim berada pada kategori aman, BMKG mengingatkan warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama pada musim kemarau.
Di sisi lain, prakiraan cuaca menunjukkan adanya potensi hujan ringan hingga sedang pada 9–10 Agustus 2025.
Kondisi ini berdasarkan model cuaca numerik yang memprediksi akumulasi curah hujan di sejumlah kecamatan.
Potensi banjir di Kotim juga terpantau rendah. Berdasarkan prakiraan per dasarian, wilayah ini aman dari banjir pada 1–10 Agustus, dan mulai mengalami potensi banjir rendah pada 11–31 Agustus 2025.
BMKG juga melaporkan pertumbuhan awan signifikan di beberapa kecamatan, seperti Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang, Antang Kalang, Tualan Hulu, dan Cempaga Hulu. Kondisi ini dapat memicu hujan lokal dalam beberapa hari ke depan.
“Warga diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca, menjaga lingkungan, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” tulis Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi H Asan, Sabtu (9/8/2025).
Sekadar diketahui, Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di daerah yang dimulai 1 Agustus-29 Oktober 2025. Hal ini mengingat kondisi daratan yang sangat mudah terbakar di tengah anomali cuaca yang tak menentu saat ini. (*)
Editor : Slamet Harmoko