SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H Asan Kotawaringin Timur (Kotim) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Kotim, dalam dua hari ke depan.
Berdasarkan peta analisis parameter cuaca, hampir seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kotim, berada dalam kategori “Sangat Mudah Terbakar” pada 21 dan 22 Juli 2025.
Warna merah mendominasi peta potensi kebakaran yang dirilis BMKG, menandakan kondisi lahan yang kering dan sangat rentan terbakar.
“Wilayah Kotim terpantau sangat rentan terhadap kebakaran. Kami imbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu api,” kata Suci Priatin Ningsih, Petugas BMKG Kotim dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).
Kondisi ini diperparah dengan pantauan citra satelit Himawari-8 yang menunjukkan tidak adanya pertumbuhan awan signifikan di wilayah Kotim.
Artinya, peluang terjadinya hujan sangat kecil. Hal ini memperkuat potensi kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran lahan.
Meski begitu, BMKG juga merilis prakiraan curah hujan selama 24 jam ke depan yang menunjukkan hujan ringan kemungkinan akan turun di wilayah Kotim pada 21 hingga 22 Juli 2025.
Namun hujan ringan ini dinilai belum cukup untuk menekan risiko karhutla secara signifikan.
Sementara itu, dalam rekapitulasi titik panas (hotspot) 24 jam terakhir, BMKG mencatat nihil atau tidak ada titik panas yang terdeteksi di wilayah Kotim. Ini menjadi sinyal positif bahwa sejauh ini belum ada indikasi kebakaran aktif, meskipun potensi tetap tinggi.
Di sisi lain, potensi banjir di wilayah Kalimantan Tengah untuk dasarian III Juli 2025 hingga dasarian I Agustus 2025 juga dinyatakan dalam kategori “Aman”. Tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori tinggi maupun sedang.
Dengan kondisi cuaca yang panas dan minim awan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang tinggal di wilayah rawan karhutla. BMKG mengingatkan agar tidak membakar sampah sembarangan dan tetap mematuhi instruksi dari petugas pemadam kebakaran maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Cuaca sangat tidak mendukung pertumbuhan awan. Suhu permukaan juga cukup tinggi. Jadi, potensi api menjalar sangat besar jika tidak dikendalikan sejak awal,” tambah pihak BMKG.
Pemerintah daerah diminta untuk memperkuat patroli lapangan serta menyiagakan personel dan peralatan pemadaman untuk mengantisipasi kemungkinan kebakaran yang bisa saja muncul secara tiba-tiba. (*)
Editor : Slamet Harmoko