Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Car Free Day di Sampit Diserbu Pengamen dan Pengemis, Badut Pun Ikut Mangkal

Usay Nor Rahmad • Minggu, 20 Juli 2025 | 09:23 WIB
Salah seorang pengemis yang ada di sekitar Taman Kota Sampit arena car free day. (Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)
Salah seorang pengemis yang ada di sekitar Taman Kota Sampit arena car free day. (Usay Nor Rahmad untuk Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Suasana Car Free Day (CFD) di Taman Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ramai bukan hanya oleh warga yang ingin berolahraga, tapi juga oleh para pengamen, pengemis, hingga badut yang mangkal di sejumlah titik.

CFD yang seharusnya menjadi ruang publik bebas kendaraan dan polusi udara, kini juga menjadi tempat mencari nafkah oleh mereka yang berharap belas kasih dari para pengunjung.

Beberapa pengamen tampak berkeliling membawa pengeras suara portabel. Tak sedikit juga merupakan tunanetra, menarik empati pengunjung.

“Baru lari satu putaran, udah didatangi dua pengamen. Terus ada pengemis juga duduk-duduk sambil menadahkan tangan. Jadi kurang nyaman sih,” ujar Dayah, warga Mentawa Baru Ketapang yang rutin mengikuti CFD, Minggu (20/7/2025).

Di sisi lain taman, terlihat pula beberapa badut berkostum karakter kartun populer seperti Doraemon dan lain-lain.

Mereka menawarkan jasa foto dengan pengunjung, terutama anak-anak, dengan harapan mendapat tip sukarela.

Antara Kreativitas dan Kenyamanan Publik

Kehadiran para pengamen dan badut sebenarnya bisa menambah suasana ramai dan meriah.

Namun jika jumlahnya berlebihan dan menyasar langsung pengunjung secara agresif, hal ini justru mengganggu kenyamanan.

Beberapa warga mengaku terganggu saat sedang santai, didatangi berulang kali oleh pengamen dan pengemis.

“Apalagi yang sampai pakai speaker kencang banget, jadi kayak rebutan perhatian,” ujar Imut, pengunjung lainnya.

Meski begitu, ada pula warga yang menilai keberadaan mereka masih bisa ditoleransi selama tidak memaksa atau mengganggu jalannya kegiatan.

Perlu Penataan?

Hingga saat ini, belum ada aturan khusus dari pemerintah daerah terkait aktivitas pengamen atau pengemis di area CFD Sampit.

Kondisi ini menimbulkan kesan “bebas sebebas-bebasnya” sehingga siapa saja bisa ikut meramaikan tanpa regulasi.

“Kalau bisa sih ditata. Misalnya badut dan pengamen diberi area khusus, jadi tidak mengganggu pengunjung yang sedang olahraga atau jalan-jalan,” usul seorang pedagang kaki lima di sekitar taman.

CFD di Taman Kota Sampit sendiri rutin digelar setiap Minggu pagi, menjadi salah satu ruang publik favorit warga untuk berolahraga, bersantai, hingga berbelanja dari pedagang lokal. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#cfd #pengamen #car free day #sampit #pengemis #badut #kotim