SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Universitas Muhammadiyah Sampit terus menunjukkan eksistensi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana. Langkah itu dilakukan dengan menggandeng dua universitas di Pulau Jawa, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Dalam kunjungannya ke Universitas Muhammadiyah Surakarta Kamis (22/5) lalu, Rektor UMSA Ramadansyah bersama Wakil Rektor I UMSA Hardianti Aprina, Wakil Rektor II UMSA Mahmu'ddin beserta jajarannya disambut oleh Rektor UMS Prof Dr Harun Joko Prayitno.
Pertemuan tersebut membahas tentang catur darma perguruan tinggi, pengembangan SDM, pemenuhan sarana dan prasarana di Universitas Muhammadiyah Sampit.
"Dari awal pendirian UMSA, Universitas Muhammadiyah Surakarta memberikan pendampingan dan siap membantu apapun yang dibutuhkan dalam pengembangan UMSA kedepannya," kata Ramadansyah, Rektor Universitas Muhammadiyah Sampit.
Dalam pengembangan sarpras, di tahun ini UMSA akan segera merenovasi gedung kampus 1 yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara dan kampus 2 di Jalan Pramuka serta melengkapi laboratorium yang ada.
"Di tahun ini juga ada rencana penambahan Fakultas Hukum yang saat ini masih dalam penjajakan dan persiapan SDM. Pendidikan Strata-1 Kebidanan juga sudah lama kami ajukan, namun masih moratorium sehingga ini masih berproses," ujarnya.
Di hari berikutnya, Jumat (23/5), pertemuan berlanjut di Universitas Muhammasiyah Yogyakarta membahas tentang tata kelola regulasi dan aturan kelembagaan, perencanaan pengembangan SDM dengan mapping karir dan realisasi studi lanjut dosen, rencana kerjasama dalam pengembangan mahasiswa dengan cara pertukaran mahasiswa asing serta dosen pengajar dari luar negeri dan rencana kerjasama dalam hal pendampingan Klinik Pratama Universitas Muhammadiyah Sampit yang direncanakan dibangun di kawasan Kampus 1 UMSA.
Pada kesempatan sharing discussion ini, Ramadansyah disambut langsung oleh Rektor UMY Prof Dr Achmad Nurmandi dan Direktur Bidang SDM Prof E Ika Nurul Qamari beserta tim.
"Pertemuan ini kami lebih banyak menerima masukan dan kisi-kisi terhadap pengembangan UMSA yang dilakukan dengan perencanaan yang baik dan pelaksanaan yang terukur," ujarnya.
Tidak hanya itu, pertemuan di UMY juga membahas hal teknis terkait sistem informasi yang ada di UMSA.
"UMY membuka kesempatan bagi UMSA untuk menerapkan sistem informasi keuangan sehingga dapat terwujudnya good university governance yang dalam proses manajemen keuangannya dilakukan secara transparan,akuntabel, efektif dan efesien," ujarnya.
Dalam pengembangan SDM, UMSA juga telah dilengkapi 55 tenaga pengajar (dosen) berpendidikan S-2 dan 5 tenaga pengajar berpendidikan S-3.
"Masih ada tiga dosen kami yang saat ini masih melanjutkan pendidikan S-3. UMSA juga memfasilitasi jabatan fungsional dan sertifikasi dosen," katanya.
Kabar baiknya, UMY akan melakukan kunjungan balik ke Kota Sampit dalam rangka Memorandum of Understanding (MoU) pengembangan SDM dengan UMSA dan Pemkab Kotim yang direncanakan Juli mendatang.
"Melalui kerjasama ini, kedepannya mahasiswa UMSA bisa melanjutkan pendidikan ke UMY," ujarnya.
Sebelumnya, UMSA juga telah menjalin kerjasama yang baik dengan UMY dalam hal pendampingan akreditasi yang mengantarkan UMSA mendapatkan penilaian sebagai perguruan tinggi institusi baik sekali pada tahun 2025.
"UMSA juga akan bekerjasama dengan UMY untuk memberikan pendampingan pembangunan Klinik Pratama UMSA di Kampus 1 Jalan Ki Hajar Dewantara yang direncanakan tahun ini," tandasnya. (hgn/yit)
Editor : Heru Prayitno