SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Kemacetan dan risiko kecelakaan di beberapa persimpangan utama di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai diatasi. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan melakukan peremajaan sistem lampu lalu lintas di tiga titik yang dinilai paling rawan.
Simpang Jalan Ahmad Yani–Rahadi Usman, Ahmad Yani–HM Arsyad, serta HM Arsyad–MT Haryono kini menjadi prioritas pemasangan sistem lampu lalu lintas berbasis digital.
Dua di antaranya telah mencapai progres pengerjaan 90 persen, sementara satu titik lainnya masih 50 persen. Seluruh pengerjaan ditargetkan rampung pada pertengahan Juni 2025.
Plt Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah menjelaskan, lampu lalu lintas lama sudah tidak memadai karena masih menggunakan sistem tahun 2000-an ke bawah. Selain sering macet, sistem lama juga rentan terganggu saat cuaca ekstrem.
”Sudah waktunya diganti. Sistem yang lama sering error, terutama saat hujan deras. Kita gunakan sistem digital yang lebih modern dan stabil,” ujar Raihansyah.
Tak hanya teknologi yang diperbarui, fisik lampu lalu lintas juga ditingkatkan. Tiang penyangga kini menggunakan bahan galvanis yang lebih tahan cuaca dan memiliki usia pakai lebih panjang.
Pemilihan tiga titik tersebut bukan tanpa alasan. Dinas Perhubungan bersama Satuan Lalu Lintas Polres Kotim telah melakukan analisis dampak lalu lintas (andalalin) dan menetapkan lokasi-lokasi ini sebagai zona prioritas karena tingkat kepadatan dan risiko kecelakaan yang tinggi.
”Jalur-jalur itu memang menjadi titik sibuk kendaraan, apalagi saat jam berangkat dan pulang kerja. Kami harap dengan sistem baru ini, arus lalu lintas bisa lebih lancar dan aman,” tambahnya.
Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp960 juta dan dikerjakan oleh PT Malala. Selain pemasangan, proyek juga mencakup tahap pemeliharaan pasca-pemasangan untuk memastikan sistem berjalan optimal. (yn/ign)
Editor : Slamet Harmoko