Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Sempat Capai Puncak, Harga Cabai dan Bawang di Pangkalan Bun Turun

Koko Sulistyo • Selasa, 6 Mei 2025 | 13:00 WIB
Pasar Induk Indra Sari Pangkalan Bun, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama tadi.
Pasar Induk Indra Sari Pangkalan Bun, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, belum lama tadi.

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Harga kebutuhan pokok cabai dan bawang merah di sejumlah pasar tradisional di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), mengalami penurunan.

Berdasarkan pantauan Disperindagkop UKM di Pasar Induk Indrasari, komoditas  cabai merah besar turun 7,50 persen, cabai merah keriting turun 15 persen, cabai rawit hijau 24,34 persen, cabai rawit merah 31,71 persen, dan bawang merah turun 8,33 persen.

Data harga harian menunjukkan bahwa harga cabai rawit hijau turun dari Rp 80 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram, sementara cabai rawit merah turun dari Rp90 ribu menjadi Rp65 ribu, cabai merah keriting juga turun dari Rp100 ribu menjadi Rp80 ribu per kilogram, dan cabai merah besar dari Rp100 ribu menjadi Rp90 ribu.

Bawang merah turun dari Rp45 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, sedangkan harga bawang putih stabil di angka Rp45 ribu.

Penurunan harga juga tercatat pada kacang kedelai sebesar 11,76 persen. Sementara itu, komoditas daging ayam ras justru mengalami kenaikan harga sebesar 6,95 persen dari minggu keempat April kemarin.

"Harga cabai cenderung berfluktuasi, penurunan cukup tajam, terutama pada jenis cabai rawit merah dan hijau. Ini memberikan sedikit angin segar bagi masyarakat," terang Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar Muhammad Suhendra.

Penurunan harga diduga disebabkan oleh meningkatnya pasokan dari petani lokal dan luar daerah, yang berdampak langsung pada stabilisasi harga di pasar.

Meskipun sebagian besar komoditas mengalami penurunan, kenaikan harga daging ayam ras menjadi perhatian tersendiri. 

Disperindagkop UKM Kobar akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang pokok di pasar-pasar tradisional guna menjaga kestabilan harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

"Kenaikan ini kemungkinan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang akhir bulan dan awal Mei, serta biaya produksi yang masih tinggi,"pungkasnya. (tyo/yit)

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#kobar #harga sembako #bawang #cabai #Pangkalan Bun #kalteng #turun