SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional Sampit mengalami kenaikan harga.
Musababnya, diduga karena faktor musim hujan yang mempengaruhi hasil panen petani dan kendala kapal barang yang tak sandar melewati Pelabuhan Sampit.
"Sudah empat hari ini, hampir semua harga mengalami kenaikan. Terutama pasokan barang dari Pulau Jawa saat ini karena musim hujan dan kapal barang ada yang rusak sehingga kapal tidak sandar lewat Pelabuhan Sampit," kata Suhartati Pedagang Sayur di Pasar Ikan Mentaya Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM), Selasa (24/12).
Meski belum dapat dipastikan apakah kapal angkutan barang yang biasa sandar Pelabuhan Sampit mengalami kendala, pedagang distributor mau tidak mau terpaksa melakukan pengiriman melewati Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Pelabuhan Kumai Pangkalan Bun.
"Sebagian barang-barang pasokan dari Jawa dalam minggu ini dikirim ada yang lewat pelabuhan di Banjarmasin dan ada yang lewat Pelabuhan Kumai," katanya.
Imbas kenaikan harga terjadi pada komoditas lombok rawit yang sebelumnya dikisaran harga Rp 35-55 ribu naik menjadi Rp 60-65 ribu per kg, kubis yang sebelumnya Rp 10 ribu per kg naik menjadi Rp 14 ribu per kg, bawang prei dari Rp 30 ribu naik menjadi Rp 50 ribu, wortel dari harga Rp 15 ribu naik Rp 18 ribu, kentang dari harga Rp 17 ribu naik Rp 20 ribu per kg, tomat dari harga Rp 20 ribu naik Rp 25 ribu per kg.
Selain sayur-sayuran, komoditas cabai rawit juga mengalami kenaikan harga dari kisaran Rp 35-55 ribu naik Rp 60-65 ribu per kg, lombok hijau besar dari Rp 25 ribu naik menjadi Rp 40 ribu, lombok keriting dari Rp 35 ribu naik menjadi Rp 60 ribu per kg.
"Harga lombok rawit naiknya bertahap dari Rp 55 ribu dan sudah tiga hari ini naik diharga Rp 65 ribu per kg," kata Hasiati Pedagang Sayur di PPM.
Sedangkan, bawang merah yang sempat mengalami kenaikan harga selama beberapa minggu terakhir diharga Rp 50 ribu per kg, mulai mengalami penurunan.
"Bawang merah Rp 35-45 ribu. Mulai hari ini sudah mulai turun jadi Rp 40 ribu, harganya tergantung ukuran. Bawang putih Rp 45 ribu per kg tetap stabil," ujar Sumiyati Pedagang PPM.
Adapun harga telur ayam ras dijual dikisaran Rp 55-65 ribu,minyak goreng merk kita dijual Rp 17 ribu per liter, ayam potong dari harga Rp 35 ribu naik menjadi Rp 38 ribu per kg, daging sapi Rp 150 ribu dan daging beku Rp 140 ribu per kg.
Sementara itu, untuk penjualan sayur petani lokal seperti sayur kangkung masih stabil di harga Rp 5 ribu per ikat, bayam Rp 7 ribu per ikat, kecuali sawi naik dikisaran Rp 15-20 ribu per ikat.
Terpisah, Manager PT Dharma Lautan Utama (DLU) Hendrik Sugiharto yang selama ini memasok barang kebutuhan bahan pokok dari Pulau Jawa mengaku semua kapal yang berlayar dari Surabaya maupun Semarang menuju Sampit tak mengalami kendala kerusakan.
"Tidak benar, besok kapal kami sandar di Pelabuhan Sampit. Kapal hanya ada penyesuaian, karena ada kapal yang lagi docking di lintasan lain," kata Hendrik saat dikonfirmasi Radar Sampit.
Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok dimungkinkan terjadi karena adanya penyesuaian jadwal keberangkatan dan kedatangan yang sandar ke Pelabuhan Sampit.
"Bisa jadi karena ada penyesuaian jadwal, sehingga barang yang didatangkan dari lintasan tersebut mengalami perubahan," tandasnya. (hgn)
Editor : Slamet Harmoko