SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Larangan kendaraan angkutan berat masuk jalan dalam Kota Sampit yang kerap disampaikan Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur seolah angin lalu bagi sebagian sopir truk angkutan perusahaan.
Beberapa truk pengangkut CPO sering berseliweran, terutama di Jalan Tjilik Riwut, Kapten Mulyono, Pelita, dan HM Arsyad.
”Pegawai Dishub terus gencarkan patroli. Hari ini pengawasan dilakukan di Jalan Pelita Barat - Kapten Mulyono, yang ditemukan masih banyak ditemukan kendaraan bermuatan CPO melintasi Jalan Kapten Mulyono," kata Rody Kamislam, Plt Kadishub Kotim, Rabu (18/9).
Dari pengawasan yang dilakukan, kebanyakan kendaraan truk bermuatan CPO dari arah Kota Sampit menuju Jalan HM Arsyad (Samuda).
”Petugas kami sudah berikan peringatan, tidak ada pengemudi truk CPO yang boleh melewati jalan dalam kota. Apabila ingin ke arah Jalan HM Arsyad, lewat jalur lingkar selatan. Kalau dipaksakan lewat Jembatan Patah di Jalan Kapten Mulyono, lama kelamaan jembatan bisa cepat rusak," tegasnya.
Sebelumnya, Rody sudah menyampaikan bahwa Jalan Moh Hatta (jalur lingkar selatan) sudah fungsional setelah dilakukan penimbunan agregat pada 9 Agustus 2024 lalu.
”Jalur lingkar selatan sudah diperbaiki dengan penimbunan agregat dan sudah fungsional. Jadi, kami harapkan seluruh kendaraan angkutan berat tidak lagi masuk jalan dalam kota, karena rute sudah dialihkan melalui jalur lingkar selatan," kata Rody. (hgn/ign)
Editor : Slamet Harmoko