PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Sejak dua hari terakhir, rambu lalu lintas di simpang empat Dinas Perkim (Sampuraga Lama) Kotawaringin Barat, Kalteng mengalami kerusakan. Akibatnya, arus kendaraan menjadi semrawut.
Rusaknya rambu lalu lintas mendapat keluhan dari masyarakat, karena berada di jalan utama Kota Pangkalan Bun. Hingga Senin sore, belum ada tanda perbaikan yang dilakukan oleh instansi terkait.
Warga Kota Pangkalan Bun Dedi berharap, kerusakan rambu lalu lintas jangan sampai berlarut-larut. "Sepertinya untuk pemeliharaan menggunakan pihak ketiga, jadi memang pengawasan harus berkala," ujarnya, Senin (9/9).
Warga lainnya, Ilham, mengungkapkan bahwa padamnya rambu lalu lintas semakin berbahaya lantaran ada remaja yang melakukan balapan liar dari Jalan Sutan Syahrir depan Sampuraga Lama menuju Jalan Hasanudin.
Tujuh kendaraan yang semuanya dikendarai oleh remaja terlihat memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan saling mendahului. Mereka berbalik menuju arah Gereja Emanuel dan menuju Jalan Pangeran Diponegoro.
"Meski sudah malam, namun ulah remaja kebut-kebutan itu cukup meresahkan dan membahayakan pengguna jalan, apalagi rambu lalu lintas dalam kondisi mati," keluhnya.
Warga Karang Anyar, Agung, menyampaikan bahwa balapan liar kerap terjadi di jalan raya. Dia memantau di Jalan Pasir Panjang, jalan poros Tanjung Terantang, serta di jalan poros Sebuai.
"Kalau di Hastarini, mereka justru start di simpang lampu merah, bercampur dengan pengendara lain yang menunggu lampu hijau menyala. Sulit mendeteksi mereka, karena mereka tidak berkumpul di satu tempat, tetapi langsung menuju start dan ketika lampu hijau langsung tancap gas," pungkasnya. (tyo/yit)
Editor : Slamet Harmoko