Peduli Pendidikan, BRI Cabang Sampit Bantu Pembangunan TK Kemala Bhayangkari 18
Radar Sampit • Jumat, 4 Juni 2021 | 09:06 WIB
SAMPIT – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sampit kembali melaksanakan program corporate social responsibility (CSR). Tak tanggung-tanggung, kali ini tanggung jawab sosial BRI diwujudkan dalam bentuk bantuan senilai Rp 497 juta untuk Polres Kotim yang dialokasikan untuk pembangunan Taman Kanak-kanak (TK) Kemala Bhayangkari 18 di Jalan Yos Sudarso.
Penyerahan bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di teras bangunan TK Kemala Bhayangkari 18 yang dihadiri Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Wakapolres Kompol Abdul Aziz Septiadi, Pemimpin BRI Cabang Sampit Dhinar Adi Nugroho, Kabid Pembinaan PAUD dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Lucy Dian Andayani, Ketua Pengurus Yayasan Kemala Bhayangkari Kotim Maya Fany Harris beserta tamu tamu undangan lainnya.
Pemimpin Cabang BRI Sampit Dhinar mengatakan bahwa proses pengajuan proposal oleh Polres Kotim ke BRI Pusat sudah dimulai sejak Agustus 2019 lalu. Ketika itu, dirinya masih bertugas di BRI Kanwil Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Saat itu saya yang melakukan survei ke lokasi dan belum bertugas di BRI Cabang Sampit. Saya menyaksikan sendiri untuk survei lokasi bangunan memang sangat memperihatinkan. Dilihat dari kondisi bangunan saja sepertinya lebih tua umur Tknya daripada saya,” kata Dhinar Adi Nugroho, Kamis (3/6).
Dirinya mengapresiasi visi misi pembangunan TK Kemala Bhayangkari dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). “Mau teknologi secanggih apapun kalau tidak dapat mengikuti perkembangan zaman dan SDMnya tidak memumpuni maka bangsa Indonesia sulit maju. Mulai dari PAUD inilah dasar pembentukan karakter bangsa yang kuat dibentuk sejak dini untuk menjadikan Indonesia maju,” kata pria yang baru bertugas sejak 4 April 2021 ini.
Tanggung jawab sosial BRI Cabang Sampit menjadi bukti keseriusan kepedulian BRI kepada sesama khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan.
“CSR ini bukti kepedulian kami, khususnya yang berfokus dibidang kesehatan dan pendidikan. Seperti kita ketahui bersama pandemi Covid-19 masih menghantui negeri, hampir 90 persen CSR dioptimalkan untuk penanganan Covid-19 seperti penyediaan alat kesehatan, ambulance, dan bantuan kepada tenaga kesehatan,” katanya.
Bantuan CSR dari BRI Cabang Sampit rutin disalurkan minimal dalam setahun satu sampai dua kali penyerahan bantuan ke Pemkab Kotim dan berbagai pihak terkait yang membutuhkan bantuan.
“Tahun ini, CSR ini termasuk yang paling besar Rp 500 juta kurang Rp 3 juta. Selama saya keliling tugas ke Kaltara, Kaltim, Kalsel, bantuan untuk pembangunan TK Kemala Bhayangkari ini setahu saya yang paling besar. Karena, manfaatnya juga besar untuk jangka panjang. Sesuai saja dengan perjuangannya sampai menuai tangis dan air mata. Artinya, niat baik ini akhirnya terwujud dan saya berdoa semoga diberikan keberkahan, dan semoga proses pembangunan bisa cepat selesai,” katanya.
Dhinar mengharapkan kedepannya TK Kemala Bhayangkari dapat menjadi TK percontohan modern serba digital. Pihaknya berupaya memberikan edukasi yang dapat digunakan, seperti melalui aplikasi managemen pengelolaan sekolah yang meliputi bidang akademik, administrasi dan informasi yang menghubungkan interaksi antara sekolah, orang tua dan siswa dalam satu platform yang dinamakan aplikasi Junio Smart BRI.
“Berbagai kemudahan dari kami telah ditawarkan, semoga TK ini yang lebih dulu memulai penggunaan teknologi modern serba digital yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan kemudahan masyarakat,” katanya.
Kapolres Abdoel Harris Jakin mengatakan perjuangan pengajuan proposal dari Agustus 2019 hingga akhirnya November 2020 bangunan tua TK Kemala Bhayangkari yang telah berdiri sejak 1957 itu dibongkar alias direnovasi total.
“Kami mengajukkan CSR sudah dari tahun 2019 banyak drama dan kejadian serta air mata. Begitu disetujui, diuji lagi karena faktor cuaca, ada saja hambatannya. Tetapi, sesuai dengan niat saya lillahita ala’ saya bertekad ingin berinvestasi jangka panjang untuk saya, keluarga, dan masyarakat Kotim. Saya ingin menjadikan TK ini terbaik Se-Kalteng yang memiliki konsep sekolah ramah anak dan merdeka belajar,” kata Abdoel Harris yang sebelumnya sukses membangun Taman Kanak-Kanak saat dia bertugas di Tidore.
Kedepannya, TK Kemala Bhayangkari 18 yang sebelumnya sangat memperihatinkan dapat mengikuti perkembangan teknologi modern.
“Saya akan siapkan ruang multimedia, siapkan perangkat yang sesuai dengan perkembangan zaman. TK Kemala Bhayangkari punya guru yang dapat diandalkan, kurikulum bagus, hanya sarana dan prasarananya kurang memadai. Kondisinya menyedihkan apabila hujan terjadi genangan banjir, bau, bocor, dindingnya dimakan rayap. Karena itu, saya bertekad akan mengembangkan TK yang sudah menjadi TK yang bisa mencetak murid yang memiliki karakter yang kuat dimasa depan,” katanya.
Diatas lahan seluas 1.171 meter persegi tersebut, nantinya akan dibangun enam ruang; lima ruang akan difungsikan sebagai ruang kelas belajar mengajar yang diisi masing-masing 20-25 murid, satu ruang kelompok bermain (play group) dan ruang multimedia, ruang kantor guru pada disisi sebelah selatan, tiga ruang toilet.
Harris mengatakan proses pembangunan TK Kemala Bhayangkari sudah dimulai sejak 18 November 2020 dan efektif dibangun pada Januari 2021 dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 2,8 M. Sumber anggaran diperoleh dari CSR BRI, perusahaan, dan para donatur.
“Progress pembangunan sampai sekarang masih 30 persen. Insha Allah ditargetkan akhir tahun bisa selesai sehingga tahun depan menghadapi tahun ajaran baru murid-murid dapat belajar dengan nyaman,” tandasnya. (hgn) Editor : Radar Sampit