Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ribuan Siswa SMA di Kotim Ujian Sekolah secara Daring dan Luring  

Radar Sampit • Rabu, 31 Maret 2021 | 16:56 WIB
SAMPIT – Sebanyak 2.509 siswa SMA kelas XII di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melaksanakan ujian sekolah secara daring dan luring. Ujian dilaksanakan serentak pada 29 Maret – 7 April. Pengawasan dilakukan sangat ketat, termasuk yang ujian secara daring untuk menghindari kecurangan.

Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi melalui Kasubag Penyelenggaraan Tugas Pembantuan Pendidikan Menengah dan Khusus Dinas Pendidikan Kotim Asyari mengatakan setiap satuan pendidikan, ada sekolah yang melaksanakan secara daring dan luring.

”Penerapannya tergantung kesepakatan pihak sekolah dengan wali siswanya,” ujarnya, Selasa (30/3).

Pantauan Radar Sampit, ujian sekolah di SMA Negeri 2 Sampit berlangsung lancar. Pelaksanaan ujian dilakukan secara luring atau tatap muka diikuti 341 siswa yang terbagi dalam 20 rombongan belajar. Setiap rombongan belajar diisi kurang dari 20 siswa.

”Ujian sekolah dilaksanakan secara offline menggunakan ponsel. Setiap ruang diawasi dua guru. Untuk dua ruang masing-masing difasilitasi satu server,” kata Kodarahim, Kepala SMAN 2 Sampit.

Untuk meminimalisir kecurangan saat menjawab soal, pihak sekolah membatasi durasi waktu setiap mata pelajaran selama 90 menit untuk menjawab 32 soal pilihan ganda dan 2 soal esai.

”Setiap hari ada dua mata pelajaran berbeda. Waktu pengerjaan soal dimulai pukul 07.45 WIB dan istirahat hanya 5 menit. Setelah itu lanjut mengerjakan soal pada mata pelajaran berikutnya hingga pukul 10.50 WIB,” kata Kodarahim.

Sebelum memulai ujian sekolah, siswa diwajibkan datang tepat waktu pada pukul 07.00 WIB dengan melaksanakan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, cek suhu tubuh, cuci tangan, dan menjaga jarak.

”Masker dan face shield kami sediakan untuk siswa. Sebelum masuk ruang ujian, semua sudah mematuhi protokol kesehatan. Waktu istirahat hanya lima menit saja agar tidak menimbulkan perkumpulan. Selesai ujian, siswa kami imbau langsung pulang ke rumah untuk menghindari kontak fisik sesama teman-temannya,” katanya.

Sementara itu, di SMAN 3 Sampit, ujian sekolah dilaksanakan secara daring diikuti sebanyak 248 siswa yang terbagi dalam delapan rombongan belajar. Setiap rombongan belajar terdiri atas 30-an siswa, kecuali kelas bahasa yang hanya diisi 21 siswa.

”Panitia di bagian kurikulum mengawasi. Sebelum mulai ujian, wali kelas memantau kesiapan siswanya dengan memastikan siswa menggunakan seragam rapi meskipun berada di rumah dan melaksanakan ujian secara daring,” kata Livenur Hasby, Kepala SMAN 3 Sampit.

Setiap siswa mengerjakan 25 soal pilihan ganda dan 2 esai. Terkecuali untuk mata pelajaran eksak, hanya 20 soal pilihan ganda dan dua esai. ”Ujian dimulai pukul 07.30 WIB dengan waktu pengerjaan soal selama satu jam untuk setiap mata pelajaran. Setelah itu diberikan waktu istirahat selama satu jam dan lanjut mengerjakan soal mata pelajaran kedua,” katanya.

Staf Kurikulum SMAN 3 Sampit Ike Sukmawati menambahkan, pelaksanaan ujian sekolah secara daring didasari kesepakatan bersama pihak sekolah dan orang tua siswa. ”Ada 50 persen orang tua siswa yang tidak setuju anaknya melaksanakan ujian secara luring, sehingga disepakati melaksanakan ujian sekolah secara daring,” kata Ike.

Ike menambahkan, tidak semua siswa melaksanakan ujian sekolah sesuai jadwal. ”Siswa yang terdaftar mengikuti ujian sekolah ada 248 orang. Namun, ada satu siswa dari kelas IPA dan dua dari kelas IPS yang berhenti dan ada dua siswa yang melaksanakan ujian  di sekolah dikarenakan tidak ada ponsel,” kata Ike.

Pelaksanaan ujian sekolah secara daring juga diterapkan di SMKN 1 Sampit yang diikuti sebanyak 400 siswa yang terbagi dalam 12 rombongan belajar. ”Semua siswa melaksanakan ujian secara daring, kecuali ada lima siswa yang mengerjakan ujian di sekolah karena tidak ada paket kuota internet,” kata Trijadi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Sampit.

Selama ujian sekolah, 400 siswa SMKN 1 Sampit dipantau sepuluh pengawas. ”Masing-masing siswa menjawab soal pilihan 40-45 dan 5 soal esai, tergantung pada mata pelajarannya,” katanya.

Ujian sekolah daring juga diterapkan di SMAN 1 Sampit yang diikuti 333 siswa yang terbagi menjadi sembilan rombongan belajar. Masing-masing terdiri atas 38 siswa.

”Semua siswa melaksanakan ujian secara daring, karena ada beberapa yang izin sakit dan ada dua siswa kami yang positif Covid-19, sehingga kami jadwalkan untuk ujian susulan,” ujar Harsono, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Sampit. (hgn/ign) Editor : Radar Sampit
#pemkabkotim #ujiansekolah #covid #uas