KUALA KURUN, radarsampit.jawapos.com – Kebutuhan bahan pangan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) saat ini masih mayoritas dipasok dari luar daerah. Hal ini menunjukkan produksi pangan lokal belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.
"80 persen kebutuhan bahan pangan masih dipasok dari luar daerah. Itu menandakan Kabupaten Gumas masih belum dapat mencapai kemandirian pangan," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas, Aryantoni, Minggu (8/3).
Aryantoni mengakui kondisi ini berdampak pada stabilitas ekonomi, kesejahteraan petani, serta ketahanan daerah menghadapi krisis. "Jika terjadi gangguan distribusi atau kenaikan harga di daerah pemasok, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat," tambahnya.
Menurut Aryantoni, permasalahan utama terletak di sektor hulu, terutama minimnya jumlah pelaku atau sumber daya manusia (SDM) yang terlibat langsung dalam produksi pertanian dan tanaman pangan. "Sektor hulu merupakan fondasi utama kemandirian pangan. Tanpa SDM yang kuat di lini produksi, target swasembada sulit dicapai," jelasnya.
Dia menuturkan, jumlah petani produktif masih terbatas, regenerasi petani belum optimal, dan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian rendah. Akibatnya, potensi lahan yang tersedia belum tergarap secara maksimal.
"Strategi jangka pendek adalah memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, salah satunya melibatkan bantuan personel TNI dalam pemanfaatan lahan pertanian dan tanaman pangan," katanya.
Aryantoni berharap kolaborasi tersebut mampu mempercepat pengelolaan lahan, meningkatkan produktivitas, dan menjadi stimulus bagi tumbuhnya minat bertani di masyarakat. "Dengan potensi lahan yang tersedia dan dukungan berbagai pihak, kami berharap kemandirian pangan di Kabupaten Gumas dapat terwujud," tegasnya.
Dia menambahkan, menuju kemandirian pangan memerlukan komitmen, penguatan SDM, modernisasi pertanian, dan kolaborasi lintas sektor. "Kunci utamanya ada pada penguatan sektor hulu dan keberanian bertransformasi," tutupnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno