YOGYAKARTA, Radarsampit.jawapos.com– Para petani sawit yang tergabung dalam koperasi Lamanku Sukses Bersama, Desa Bakonsu, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau kini bisa tersenyum bahagia.
Di tengah tingginya harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit saat ini, hutang kebun kemitraan sudah lunas sehingga kini penghasilan mereka lebih besar.
Pada Jumat (6/2/2026 ) lalu, PT. Pilar Wanapersada (PWP) dan Koperasi Lamanku Sukses Bersama (LSB) secara resmi telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pasca pelunasan kebun kemitraan.
Ini sebagai bentuk komitmen keberlanjutan kerja sama antara perusahaan dan koperasi mitra.
Acara penandatanganan berlangsung di Bale Raos, Jalan Mangunan Kulon No. 1, Penembahan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur dan CSR PT. Pilar Wanapersada, serta jajaran pengurus, pengawas, dan anggota Koperasi Lamanku Sukses Bersama dari Desa Bakonsu, Kecamatan Lamandau, Kabupaten Lamandau, Provinsi Kalimantan Tengah.
“Penandatanganan MoU pasca pelunasan ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan kemitraan antara PT. Pilar Wanapersada dan Koperasi Lamanku Sukses Bersama. Kami memandang kemitraan bukan sekadar hubungan bisnis, tetapi kolaborasi jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan, tanggung jawab, dan komitmen bersama untuk tumbuh berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Anjar Dwi Nugroho, Direktur PT. Pilar Wanapersada.
Penandatanganan MoU ini menandai selesainya kewajiban pelunasan kebun kemitraan sekaligus menjadi landasan penguatan hubungan kemitraan ke depan yang transparan, berkelanjutan, dan saling menguntungkan.
Ketua Koperasi Lamanku Sukses Bersama Desa Bakonsu, Yudocun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak PT. Pilar Wanapersada yang telah menjadi mitra untuk membangun kebun kelapa sawit dengan koperasi mereka.
"Mewakili seluruh pengurus dan pengawas serta anggota kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Karena adanya kebun kemitraan ini telah banyak membantu seluruh anggota baik dari sisi lapangan kerja, maupun SHP yang telah diterima seluruh anggota tiap tiga bulan sekali," ungkapnya.
Sejak awal dibangunnya kebun tahun 2014, dan selesai pembukaannya dalam waktu setahun, akhirnya kebun kemitraan tersebut telah dinyatakan lunas pada bulan Desember 2025. Sehingga hal ini semakin mensejahterakan seluruh anggota.
"Semoga kerja sama saling menguntungkan ini bisa terus berlanjut. Karena keberadaan kebun ini telah menjadi solusi ekonomi yang sangat membantu masyarakat," harapnya. (soc/mex)
Editor : Farid Mahliyannor