PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi instansi di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang paling sibuk dalam sepekan terakhir.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masif terjadi membuat mereka harus senantiasa siaga dan siap berjibaku dengan api.
Laporan terjadinya Karhutla terus masuk ke Mako Damkar setiap harinya, tidak perduli malam dan siang, meski kelelahan yang mendera mereka langsung sigap menuju lokasi agar kebakaran hutan dan lahan tidak meluas.
Buktinya, meski setiap hari terjadi Karhutla dengan jumlah mencapai 13 kejadian Karhutla, sampai Jumat 23 Januari 2026 namun luasan lahan yang terbakar dapat diminimalisir, masih di bawah 10 hektar3 luasannya.
"Siang Kamis 22 Januari sampai sore kami masih penanganan pemadaman Karhan di Kelurahan Baru, malam tadi Karhutla kembali terjadi di Jalan Kumai menuju Kubu," kata Danton TRC BPBD Kobar Sayid Abdul Badawi.
Ia menjelaskan, reaksi Cepat atas laporan yang masuk dan koordinasi bersama Masyarakat Peduli Api (MPA Kumai, api dapat dipadamkan dengan luasan lahan yang terbakar hanya 40 x 20 meter.
Reaksi cepat sangat penting dilakukan agar kebakaran tidak meluas, melokalisir api yang menyala diutamakan agar kepala api tidak merembet membakar vegetasi disekitarnya.
"Hampir setiap hari terjadi Karhutla, tetapi luasan lahan yang terbakar tidak signifikan, koordinasi dan reaksi cepat sangat penting untuk penanganan," tegasnya.
Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andan Santana menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Jalan Natai Arahan, RT 26, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Arut Selatan, tepatnya di belakang pango asuhan Al Hidayah.
BPBD mengerahkan satu unit water suplai dan Balakar Huma Singgah Itah Mendawai juga mengerahkan perlengkapan pemadaman ke lokasi Karhutla.
Meski jauh dari jalan raya dan akses masuk ke titik api harus menerobos lebatnya semak belukar namun TRC BPBD yang juga di dukung oleh TNI dan Polri terus merangsek masuk ke titik api.
"Kita bergerak cepat dan api dapat dipadamkan total sebelum meluas, area yang terbakar dengan vegetasi semak belukar dengan permukaan gambut hanya setengah hektar," pungkasnya. (tyo/fm)
Editor : Farid Mahliyannor