Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Perusahaan Kelapa Sawit di Gunung Mas Diminta Tertib Perizinan dan Dukung Swasembada Jagung

Farid Mahliyannor • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 06:20 WIB
PERTEMUAN : Suasana pertemuan Dinas Pertanian Gunung Mas (Gumas) dengan sejumlah manajemen PBS di sektor perkebunan, Kamis (9/10/2025). FOTO : DISKOMINFO SANTIK/RADAR SAMPIT
PERTEMUAN : Suasana pertemuan Dinas Pertanian Gunung Mas (Gumas) dengan sejumlah manajemen PBS di sektor perkebunan, Kamis (9/10/2025). FOTO : DISKOMINFO SANTIK/RADAR SAMPIT

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melaksanakan pertemuan bersama sejumlah manajemen Perusahaan Besar Swasta (PBS) sektor perkebunan kepala sawit.

Pertemuan itu membahas sejumlah isu penting yang berkaitan dengan sektor perkebunan maupun arah kebijakan pembangunan daerah.

"Ada tiga isu utama yang jadi fokus pembahasan, yakni perizinan usaha perkebunan, dukungan PBS di program swasembada jagung, serta pembentukan dan pengelolaan perkebunan plasma," ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Aryantoni, Jumat (10/10/2025).

Terkait perizinan usaha perkebunan khususnya izin pengelolaan kebun sawit, sampai saat ini masih ada perizinan di sejumlah PBS belum memenuhi kaidah ketentuan yang berlaku.

"Masih ada izin usaha yang harus perlu disesuaikan dengan aturan. Kami ingin semua tertib, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari," ujarnya.

Selanjutnya dibahas mengenai dukungan dari PBS terhadap program swasembada jagung, yang saat ini menjadi salah satu program strategis nasional dan turut dikawal Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Kami minta PBS berperan aktif dalam mendukung pengembangan jagung lokal. Hal itu sebagai bentuk kontribusi nyata mendukung ketahanan pangan di daerah," terangnya.

Kemudian dibahas pembentukan dan pengelolaan perkebunan plasma. Tentunya itu harus dijalankan sesuai dengan ketentuan hukum dan kaidah teknis yang berlaku.

"Realisasi plasma ini penting, karena menyangkut kesejahteraan masyarakat. Kami ingin PBS benar-benar memenuhi kewajibannya," tegas Aryantoni.

Editor : Farid Mahliyannor