PANGKALAN BUN, Radarsampit.jawapos.com - Debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau dan Arut sudah mulai turun sejak sepekan terakhir. Jalan poros penghubung antar desa di Kecamatan Kotawaringin Lama saat ini sudah kering dan tidak tergenang lagi (fungsional, Red).
Sebelumnya jalan poros yang menghubungkan Desa Rungun dan Kondang serta ke ibukota Kecamatan Kotawaringin Lama terendam air hingga lebih dari 1 meter yang memutus akses transportasi darat di wilayah tersebut.
Bukan hanya jalan poros yang kering, sekolah-sekolah yang terendam banjir sehingga meliburkan siswa-siswinya, saat ini sudah surut dan proses belajar mengajar kembali normal.
Selain itu, di jalan Belitung Laut, Kotawaringin Hilir yang merupakan akses utama keluar kampung juga sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Begitu pula di permukiman mereka.
Ketua RT 01, Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama, Rusli Effendi mengatakan meski debit air belum sepenuhnya normal kembali, namun sudah jauh menurun dari beberapa hari sebelumnya.
"Jalan di permukiman kita sudah bisa dilalui, tinggi permukaan air juga sudah jauh menurun dari beberapa hari sebelumnya, meski belum sepenuhnya normal," terangnya, Sabtu (4/10/2025).
Warga Kelurahan Baru, Yayat mengungkapkan bahwa saat ini debit Sungai Arut di Kecamatan Arut Selatan, juga sudah menurun, hal itu terlihat dari mulai surutnya air di permukiman-permukiman warga bantaran sungai Arut.
"Kondisi air sudah menurun, meski di permukiman bantaran air masih menggenang di bawah rumah-rumah panggung warga," tambahnya.
Plt Kabid Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Andan Santana menyampaikan untuk jalan penghubung antar desa dari Rungun menuju Desa Kondang maupun ke arah ibukota kecamatan di Kotawaringin Lama sudah kering dan jalan sudah fungsional.
"Jalan sudah kering, kendaraan roda dua dan roda empat sudah aman melintas, semoga debit air akan terus turun seiring cuaca yang terus panas," pungkasnya. (tyo/fm)
Editor : Farid Mahliyannor