KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 di Kabupaten Gunung Mas telah memulai aktivitasnya, dengan melakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu yang dipandu oleh tenaga pengajar dan tenaga kependidikan.
"Di empat hari pertama, peserta didik diperkenalkan pada lingkungan sekolah, serta penyesuaian dengan pola baru yang berbeda dari kebiasaan rumah," ucap Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 54 Ina Marita, Jumat (3/10/2025).
Dalam pelaksanaan MPLS itu, lanjut dia, pembinaan karakter menjadi prioritas utama sebelum masuk ke dalam pembelajaran akademik. Sejauh ini, MPLS dan proses belajar awal berjalan lancar.
"100 peserta didik tersebut tentu mereka memiliki karakter beragam. Namun kami percaya ke tenaga pendidik akan mampu membimbing dengan sabar," ujarnya.
Selain itu, kata dia, pihak sekolah juga menekankan pentingnya lingkungan belajar yang sehat. Peserta didik diimbau agar menjauhi tindakan perundungan, serta dijamin terbebas dari kekerasan fisik maupun kekerasan seksual.
"Hadirnya sekolah rakyat diharapkan menjadi wujud nyata upaya pemerintah daerah dalam memuliakan dan membuka jalan untuk generasi muda meraih masa depan yang lebih cerah," terangnya.
Dia menyampaikan, sekolah rakyat terintegrasi akan memberikan kesempatan pendidikan yang gratis bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, bahkan kebutuhan pribadi mereka ditanggung sepenuhnya oleh negara.
"Sekolah rakyat hadir untuk merangkul mereka yang sebelumnya tidak terjangkau pendidikan, agar kelak dapat meraih kesuksesan meski harus berawal dari keterbatasan," jelasnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab Sekolah Rakyat Beben Martinus menambahkan, sarana prasarana penunjang sekolah rakyat masih dalam proses pengadaan oleh Kementerian Sosial RI. Bantuan tersebut meliputi seragam, sepatu, tas sekolah hingga buku pelajaran.
"Pada perubahan anggaran 2025, dinas pekerjaan umum setempat juga akan membangun tambahan toilet dan tempat jemuran pakaian agar mendukung kenyamanan peserta didik," tandasnya. (arm/fm)
Editor : Farid Mahliyannor