PALANGKA RAYA, Radarsampit.jawapos.com - Seorang perempuan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) belanja di swalayan dan tak bisa bayar sampai akhirnya dievakuasi oleh Tim Rescue Damkar Palangka Raya, Jumat (26/9/2025).
Proses evakuasi berlangsung di Jalan G. Obos Induk, tepatnya di depan Alfamart G. Obos XX, setelah adanya laporan dari warga dan pihak toko.
Koordinator Tim Rescue Damkar Kota Palangka Raya Sucipto menyampaikan, evaluasi dilakukan oleh Regu 2 Tim Rescue Damkar setelah menerima permintaan bantuan dari Yayasan Borneo, sebuah lembaga sosial yang fokus pada pemulihan ODGJ.
Kata Sucipto, sebelumnya, pihak Alfamart mendapati perempuan tersebut mengambil sejumlah barang dari rak toko dan menyusunnya di lantai.
Pramuniaga Alfamart sempat memberikan keranjang belanja kepada perempuan tersebut dan menghitung total harga barang-barang yang diambil mencapai sekitar Rp500 ribu.
Namun, perempuan itu tidak mampu membayar. Pramuniaga kemudian menyadari bahwa yang bersangkutan menunjukkan gejala gangguan kejiwaan.
“ODGJ tidak punya uang, di situlah ketahuan oleh petugas alfamart bahwa orang ini ada kelainan kejiwaan, lalu pihak Alfamart menelepon Yayasan Borneo untuk mengevakuasi ODGJ perempuan ini. Setelah kami komunikasi, kami diarahkan oleh Yayasan Borneo untuk membantu proses evakuasi saja. Kami langsung menuju lokasi yang diberikan oleh pihak yayasan,” ujar Sucipto.
Lanjut kata Sucipto, saat tim tiba di lokasi, warga sudah ramai berkumpul. Pihak Alfamart juga menjelaskan kronologi singkat kejadian kepada tim. Proses evakuasi berjalan kondusif, dan perempuan tersebut langsung dibawa ke Yayasan Borneo di kawasan Jalan Sinar Kahayan, masuk melalui Jalan Rebeca Tarung, Lingkar Luar Mahir Mahar.
Kini, perempuan yang mengaku bernama Vina dan berasal dari Jombang tersebut tengah menjalani perawatan dan pemulihan di yayasan.
Menurut keterangan pengelola yayasan, sebagian rambut Vina terpaksa dipotong karena kondisinya yang menggumpal seperti gimbal dan kotor.
“Kadang kalau diajak bicara bisa nyambung, kadang tidak. Nama dan asalnya masih diingat, tapi belum ada identitas lain yang ditemukan,” ujarnya.
Sucipto menyampaikan, bagi pihak keluarga yang merasa kehilangan atau mengenali Vina, dapat mengunjungi Yayasan Borneo di alamat yang telah disebutkan.
Ia menegaskan, bahwa ODGJ itu akan dirawat dengan baik, sembari mencari keberadaan kerabat perempuan. ”Jika mengetahuai kerabatnya segara hubungi Damkar dan kami pun berupaya melakukan pencarian,” tandasnya. (daq/fm)
Editor : Farid Mahliyannor