Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Distan Gumas Usulkan Cetak Sawah Baru di Lahan 640,4 Hektare

Arham Said • Sabtu, 13 September 2025 | 06:10 WIB
SAWAH : Kondisi lahan persawahan di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, belum lama ini. FOTO : DISTAN GUMAS/RADAR SAMPIT
SAWAH : Kondisi lahan persawahan di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, belum lama ini. FOTO : DISTAN GUMAS/RADAR SAMPIT

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Dinas Pertanian (Disatan) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengusulkan cetak sawah baru pada lahan seluas ratusan hektare, yang tersebar di enam kecamatan, kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI).

"Kami usulkan 640,4 hektare cetak sawah baru. Itu merupakan hasil survei, intestigasi dan desain (SID) tahun 2025 terbaru," ucap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gumas Aryantoni, Jumat (12/9/2025).

Rincian lahan cetak sawah baru yakni 8,95 hektare di Desa Sepang Kota, 36,42 hektare di Desa Dahian Tambuk, 45,31 hektare di Desa Hurung Bunut, 11,85 hektare di Desa Tumbang Hakau/Pilang Munduk, 163,06 hektare di Kelurahan Tewah, dan 78,65 hektare di Desa Sarerangan.

Kemudian, 45,51 hektare di Desa Karya Bhakti/Luwuk Kantor, 41,86 hektare di Desa Karya Bhakti/Tumbang Bunut, 15,91 hektare di Desa Tumbang Bunut, 93,67 hektare di Desa Tumbang Sepan dan 101,01 hektare di Kelurahan Tumbang Talaken.

"Usulan cetak sawah baru kepada Kementan RI itu, akan melalui Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Provinsi Kalteng. Dengan dibuat atas nama Bupati Gumas," terangnya.

Dalam pelaksanaan SID, lanjut dia, ada beberapa tahapan yang dilakukan, mulai dari perencanaan awal, penandatanganan kontrak kerja, survei lapangan, investigasi dan analisis, desain teknis, konsultasi publik, penyusunan draf laporan, reviu, hingga persetujuan laporan akhir.

"Laporan akhir SID itu sangat penting, sebelum nanti proyek cetak sawah atau pembangunan pertanian benar-benar dikerjakan di lapangan," jelasnya.

Dengan adanya laporan akhir SID, maka akan dapat memastikan data dan analisis akurat, menghindari biaya tambahan, menjamin kesesuaian regulasi, meningkatkan kualitas desain, pastikan partisipasi dan dukungan masyarakat, serta mengurangi risiko gagal proyek.

"Kami berharap kegiatan fisik dari cetak sawah itu dilakukan berdasarkan hasil SID, karena merupakan langkah strategis dalam mendorong kemajuan sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," pungkasnya. (arm/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#sawah #pertanian #padi #kementan