Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Warga Kabupaten Gunung Mas Serbu Bazar Pangan Murah

Arham Said • Sabtu, 6 September 2025 | 06:20 WIB
BAZAR : Warga dari Kota Kuala Kurun dan sekitarnya antre untuk membeli pangan murah pada kegiatan bazar yang digelar DPKP Gumas di GPU Damang Batu, Kamis (4/9/2025). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT
BAZAR : Warga dari Kota Kuala Kurun dan sekitarnya antre untuk membeli pangan murah pada kegiatan bazar yang digelar DPKP Gumas di GPU Damang Batu, Kamis (4/9/2025). FOTO : ARHAM SAID/RADAR SAMPIT

KUALA KURUN, Radarsampit.jawapos.com - Ratusan warga Kota Kuala Kurun dan sekitarnya memadati GPU Damang Batu untuk membeli sejumlah komoditi pangan murah yang disediakan oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) pada kegiatan bazar gerakan pangan murah (GPM) dalam rangka Hari Anak Nasional ke-41 dan Hari Keluarga Nasional ke-32 tingkat kabupaten tahun 2025.

"Komoditi pangan yang kami jual berada di bawah harga pasar, dan semuanya cepat habis terjual diserbu oleh warga," ujar Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Gumas Eigh Manto, Kamis (4/9/2025).

Dia mengatakan, komoditi pangan yg dijual adalah beras hibrida bakul nasi Rp 77.000 per sak lima kilogram, beras SPHP Rp 60.000 per sak lima kilogram, ikan patin Rp 28.000 per kilogram, minyak goreng, bawang merah, gula pasir, bawang putih, garam, kopi, teh, susu, sirup, sarden, mie goreng, telur ayam ras, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya.

"Gerakan pangan murah ini tidak hanya jadi sarana masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah daerah untuk tingkatkan kesejahteraan masyarakat," terangnya.

Dia menuturkan, gerakan pangan murah bertujuan bukan hanya menstabilkan harga, tapi juga untuk lebih mendekatkan layanan pemerintah kepada masyarakat. Hal ini sesuai arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) saat zoom meeting Rakornas Penanganan Inflasi tahun 2025.

"Semoga gerakan pangan murah bisa menstabilkan harga bahan pangan, sehingga menjaga daya beli masyarakat, membantu perputaran ekonomi serta bisa sebagai pemicu untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gumas," tuturnya.

Dia menambahkan, apabila komoditas yang dijual cepat habis, itu artinya kebutuhan masyarakat atas intervensi harga dari pemerintah memang sangat tinggi.

"Kami mengimbau kepada warga agar berbelanja dengan bijak. Artinya tidak membeli dengan jumlah banyak atau sifatnya memborong, agar warga lain juga mendapatkan pangan murah," tukasnya. (arm/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
#Gunung Mas #bazar #pangan murah #sembako