KUALA KURUN - Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Gumas) menyiapkan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk menangani pembangunan jembatan permanen penghubung kecamatan, yang menjadi akses utama dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
"Anggaran Rp4 miliar tersebut untuk pembangunan Jembatan Nango permanen, dengan konstruksi pile slab sebagai penghubung antar kecamatan," ucap Bupati Gumas Jaya Samaya Monong, Jumat (22/8).
Pembangunan jembatan tersebut telah masuk dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2025. Diharapkan bantuan masyarakat dalam pengawasan pekerjaan, sehingga proyek itu dapat dilaksanakan sesuai perencanaan dan ketentuan.
"Saat ini perkembangan atau progres pembangunan jembatan Sei Nango permanen itu baru 9,30 persen. Semoga berjalan dengan aman dan lancar, tanpa ada kendala apapun," terangnya.
Jaya menuturkan, Jembatan Nango ini sebelumnya terbuat dari kayu dengan usia cukup lama, sehingga beberapa kali mengalami kerusakan pada beberapa bagian. Jembatan permanen dibangun tepat berada di sebelah jembatan yang ada saat ini.
"Untuk persiapan pembangunan Jembatan Nango permanen dilakukan sejak Bulan Juli 2025. Saat ini seluruh bahan dan material sudah siap di lokasi dan diperkirakan Bulan Desember telah selesai dan bisa digunakan oleh masyarakat," tuturnya.
Pembangunan Jembatan Nango permanen juga menjadi wujud nyata implementasi program unggulan Tambun Bungai Maju. Program tersebut merupakan upaya Pemkab Gumas dalam membangun infrastruktur selama lima tahun ke depan.
Sementara itu, Kepala DPU Kabupaten Gumas Baryen mengakui, selama pembangunan jembatan permanen, jembatan kayu tetap dipertahankan demi kelancaran arus lalu lintas masyarakat desa, yang bepergian dari Kuala Kurun menuju Sepang Simin dan sebaliknya.
"Jembatan Sei Nango berada di lembah, jadi nanti jembatan permanen akan ditinggikan hampir 1,5, sehingga masyarakat lebih nyaman saat melewati jembatan permanen," pungkasnya. (arm/yit)
Editor : Heru Prayitno