KUALA KAPUAS, radarsampit.jawapos.com – Salsabila Nadiva Arista atau akrab dipanggil Sasa, harus terkulai lemah di pembaringan. Kondisi gadis berusia 11 tahun itu sangat memprihatinkan. Bobot tubuhnya menurun drastis.
Hal demikian terjadi setelah kecelakaan yang menimpanya pada September 2024 lalu. ”Karena ususnya dipotong saat operasi setelah tabrakan lalu, Sasa harus menggunakan kantong kolostomi untuk membantunya buang air,” kata Zanet, kerabat korban, Kamis (15/1).
Sebelumnya, Sasa telah dirujuk ke salah satu rumah sakit di Kota Banjarmasin dan mendapatkan perawatan medis setelah operasi.
Namun, saat kondisinya belum betul-betul pulih, masa BPJS-nya telah habis. Hal itu membuat pihak rumah sakit tidak bisa melanjutkan perawatannya.
”Sudah menjalani berbagai macam operasi dan pengobatan, hingga orang tuanya harus utang sana-sini kurang lebih Rp75 juta. Untuk perawatan di RS juga sempat ditanggung BPJS, namun ketika jangkanya habis, pengobatan terpaksa dihentikan dan hanya dirawat di rumah,” ungkapnya.
Orang tua Sasa yang sehari-hari berjualan nasi kuning, kesulitan melanjutkan pengobatan buah hatinya. Kerabat korban mencoba mengumpulkan donasi untuk membantu biaya pengobatan Sasa.
Upaya itu mulai membuahkan hasil. Anggota DPRD Kapuas Arhensa Mullah mendatangi Sasa dan meneruskannya sampai ke jajaran Pemkab Kapuas. ”Tadi sore sudah dibawa cek kesehatan oleh pejabat daerah,” Zanet.
Terpisah, wali kelas korban di sekolah, Aisyah, mengaku rindu akan kehadiran Sasa. Demikian pula dengan teman-teman sekelasnya. Sosok anak yang ceria dan aktif ini tak lagi menghiasi kehangatan suasana di sekolahnya.
”Anaknya ceria dan aktif. Harapan kami Sasa bisa segera diangkat penyakitnya dan kami akan segera menyerahkan donasi lagi untuk membantu pengobatan Sasa,” kata Aisyah. (sbn/ign)
Editor : Slamet Harmoko