PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Jembatan pile slab Sugianto Sabran atau lebih dikenal jembatan merah di Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bila malam hari kondisinya gelap gulita, sangat berbahaya di tengah padatnya arus lalu lintas di jalan trans Kalimantan tersebut.
Jembatan sepanjang hampir 5 kilometer yang menjadi salah satu ikon kecamatan Kotawaringin Lama ini diharapkan masyarakat dipasang lampu penerangan atau lampu hias untuk mempercantik wajah jembatan.
Warga Kotawaringin Lama, Yanuar menyampaikan harapannya terhadap pemerintah baik kabupaten maupun provinsi agar di jembatan kebanggaan warga Kotawaringin Lama dipasang lampu hias atau lampu penerangan jalan biasa.
"Kalau lampu hias terlalu mahal dan menelan anggaran besar, untuk sementara penerangan jalan biasa dulu seperti yang ada di jalan-jalan," harapnya.
Menurutnya, dengan tingginya intensitas kendaraan yang melintas setiap harinya baik dari Pangkalan Bun maupun dari arah Kalbar, Sukamara dan Kotawaringin Lama sendiri lampu penerangan sangat penting.
Terlebih semua jenis kendaraan yang melintas siang maupun malam hari selalu dengan kecepatan tinggi, sehingga harus ditunjang dengan penerangan yang mumpuni.
"Setiap hari roda enam bermuatan kelapa sawit, logistik, pupuk dan lainnya melintas di jembatan ini, di rest area banyak yang istirahat kalau gelap bahaya," ungkapnya.
Saat dimintai pendapatnya, warga Kolam Khairul menyampaikan bila keinginan masyarakat agar ada lampu hias atau penerangan di jembatan merah tentu akan menjadi daya tarik masyarakat.
Yang utama adalah keselamatan dan keamanan pengguna jalan lebih terjamin dan mengurangi resiko kecelakaan.
"Tapi kembali ke kemampuan daerah untuk merealisasikannya, kalau dibilang mendesak ya mendesak karena menjadi jalan utama," pungkasnya. (tyo/fm)
Editor : Farid Mahliyannor