NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com–Harga sejumlah sayuran dan cabai di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, melonjak akibat terbatasnya pasokan di pasaran saat musim kemarau berkepanjangan. Kenaikan harga bahkan mencapai lebih dari 100 persen pada beberapa komoditas.
Berdasarkan pantauan di Pasar Subuh Nanga Bulik, Jumat (16/10/2026), sejumlah sayuran mengalami kenaikan harga dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat, terutama pemilik rumah makan yang membutuhkan bahan baku segar setiap hari.
Udin, salah seorang pemilik rumah makan di Nanga Bulik, mengaku kenaikan harga sayuran dan cabai mulai membebani biaya operasional usahanya.
“Musim kemarau ini harga sayur-mayur dan lombok (cabai) mulai naik, jauh dibandingkan harga sebelumnya,” ujar Udin.
Harga cabai merah besar dan cabai keriting kini mencapai Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, harga buncis naik dari Rp10.000–Rp15.000 menjadi Rp25.000–Rp30.000 per kilogram.
Sawi putih yang sebelumnya dijual Rp8.000–Rp10.000 per kilogram kini mencapai Rp17.000–Rp20.000. Harga kol atau kubis naik dari Rp8.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Tomat juga mengalami kenaikan dari Rp15.000–Rp17.000 menjadi Rp25.000 per kilogram.
Kenaikan turut terjadi pada kangkung dan bayam. Kedua jenis sayuran yang biasanya dijual Rp3.000–Rp5.000 per ikat itu kini mencapai Rp10.000 per ikat. Labu siam naik dari Rp2.000 menjadi Rp5.000 per buah, sedangkan mentimun meningkat dari Rp15.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut diduga berkaitan dengan berkurangnya pasokan dari daerah penghasil akibat cuaca panas dan minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen petani.
Terbatasnya pasokan yang masuk ke pasar turut memengaruhi harga di tingkat pedagang eceran. Jika kemarau berkepanjangan terus berlangsung dan pasokan belum kembali normal, harga sayuran dikhawatirkan semakin meningkat sehingga menambah beban pengeluaran masyarakat dan pelaku usaha kuliner di Lamandau. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno