Bahan Pangan Murah Bantu Warga Terdampak Karhutla

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 17:53 WIB
Ratusan warga mengantre untuk membeli bahan kebutuhan pokok di halaman Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Jumat (16/10/2026).  (Ria/Radar Sampit)
Ratusan warga mengantre untuk membeli bahan kebutuhan pokok di halaman Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Jumat (16/10/2026).  (Ria/Radar Sampit) 

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Ratusan warga mengantre untuk membeli bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau, Jumat (16/10/2026). Program ini menyasar masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah musim kemarau dan kenaikan harga sejumlah bahan pangan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau melalui Dinas Ketahanan Pangan memberikan subsidi untuk tujuh komoditas pangan pokok. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia 2026 ini menyediakan beras, telur, minyak goreng, gula pasir, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, GPM merupakan program rutin pemerintah daerah yang dilaksanakan empat kali dalam setahun. Namun, pelaksanaan kali ini secara khusus difokuskan untuk membantu masyarakat yang terdampak karhutla.

“Biasanya setahun empat kali kita melaksanakan kegiatan ini. Namun, kali ini sasarannya kita fokuskan kepada warga yang terdampak karhutla di wilayah Kabupaten Lamandau,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lamandau Aprimeno Sabdey menyampaikan, kegiatan tersebut menyediakan tujuh komoditas pangan dengan total subsidi mencapai Rp37,3 juta.

Komoditas yang disediakan meliputi 650 paket beras kemasan lima kilogram, 600 piring telur ayam ras, 500 kilogram gula pasir, 600 liter minyak goreng, 50 kilogram cabai rawit, serta masing-masing 350 kilogram bawang putih dan bawang merah.

Dalam kegiatan tersebut, beras kemasan lima kilogram dijual Rp65 ribu per paket, lebih murah dibandingkan harga pasar Rp91 ribu. Telur ayam ras dijual Rp46 ribu per piring dari harga pasar Rp60 ribu.

Sementara itu, gula pasir dijual Rp17 ribu per kilogram, minyak goreng Rp19 ribu per liter, cabai rawit Rp37 ribu per kilogram, serta bawang putih dan bawang merah masing-masing Rp32 ribu per kilogram.

Rizky berharap, penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terlebih, dampak karhutla dan kondisi musim kemarau menjadi perhatian pemerintah daerah dalam menjaga akses masyarakat terhadap pangan.

Selain membantu masyarakat, GPM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi.

Berdasarkan laporan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pada minggu kedua Oktober 2026, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Lamandau mengalami penurunan pada sejumlah komoditas, yakni daging ayam ras sebesar 0,1552 persen, bawang putih 0,0762 persen, dan bawang merah 0,0642 persen.

Pemkab Lamandau berharap program tersebut dapat meringankan beban belanja rumah tangga, khususnya keluarga yang terdampak karhutla, sekaligus membantu menjaga keterjangkauan bahan pangan di tengah perubahan harga kebutuhan pokok. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau gpm