NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, mencatat 495 kunjungan pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga akhir September 2026. Jumlah tersebut bertambah 112 kunjungan pada periode 25–30 September di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Berdasarkan data Dinkes Lamandau, jumlah kunjungan ISPA tercatat sebanyak 383 kasus hingga 14 September 2026. Angka tersebut meningkat menjadi 495 kunjungan setelah penambahan pada akhir bulan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lamandau, dr. Pippy Yulianti, mengatakan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) turut memengaruhi pola kunjungan pasien, terutama pada anak-anak.
“Setelah PJJ diberlakukan, jumlah kunjungan ISPA pada anak terlihat menurun lebih banyak dibandingkan orang dewasa,” ujar Pippy.
Menurutnya, berkurangnya aktivitas anak di luar rumah dapat mengurangi risiko paparan polutan dari kabut asap. Sebaliknya, orang dewasa masih menghadapi risiko paparan karena harus bekerja dan beraktivitas di luar ruangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Meski kunjungan pasien dewasa tidak meningkat secara keseluruhan, proporsinya kini lebih besar dibandingkan anak-anak.
Melihat kondisi tersebut, Dinkes Lamandau mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Warga juga diminta membatasi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
Jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker yang sesuai standar untuk mengurangi paparan partikel asap.
Pippy juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan, seperti batuk, sesak, atau kesulitan bernapas. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno