NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran lahan gambut di sekitar Gardu Induk (GI) Nanga Bulik, Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas kelistrikan dan pasokan listrik di wilayah barat Kalimantan Tengah. Namun, penanganan oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membuat api tidak sampai mengganggu operasional GI maupun jaringan listrik di wilayah tersebut.
Manager Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Pangkalan Bun Rizki Rangga memastikan kondisi GI Nanga Bulik saat ini aman dan beroperasi normal. “Untuk Gardu Induk Nanga Bulik yang berada di Lamandau saat ini dalam keadaan aman dan beroperasi normal,” kata Rizki saat dikonfirmasi.
Ia mengatakan, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di sekitar lokasi kebakaran juga dalam kondisi aman. Pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan langsung guna memastikan tidak ada peralatan kelistrikan yang terdampak.
“Untuk kondisi SUTT juga terpantau aman karena kemarin kami sudah mengirim tim untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan. Kami pun rutin melakukan asesmen terhadap peralatan yang sekitarnya terdampak kebakaran,” jelasnya.
Menurut Rizki, pasokan listrik kepada masyarakat Lamandau dan sekitarnya hingga kini tetap terjaga. Tidak terdapat gangguan kelistrikan yang disebabkan kebakaran lahan tersebut.
Ia juga membenarkan pagar di sekitar GI sempat dijebol untuk memberikan akses kepada tim pemadam menuju area belakang gardu yang sulit dijangkau. Pagar tersebut kini telah diperbaiki.
“Untuk pagar memang sempat dijebol untuk akses teman-teman pemadam ke area belakang gardu. Tetapi sudah kami perbaiki karena kemungkinan muncul api sudah kecil di daerah situ,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto melalui Kasat Reskrim AKP Waryoto mengatakan, polisi masih menyelidiki kebakaran lahan eks persawahan di Desa Kujan yang berada tidak jauh dari GI Nanga Bulik.
“Areal yang terbakar cukup luas, sekitar 15 sampai 20 hektare. Kondisi lahan bergambut, bekas rawa. Sumber api belum diketahui,” kata Waryoto.
Dari sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan, polisi belum menemukan saksi yang melihat langsung pihak yang diduga melakukan pembakaran. Namun, terdapat saksi yang mengetahui perkiraan asal sumber api.
“Tidak ada yang melihat siapa pelakunya. Walaupun ada yang tahu dari mana perkiraan asal sumber api,” katanya.
Waryoto menambahkan, kepemilikan lahan di sekitar titik awal api juga masih tumpang tindih. Pihak-pihak yang mengaku memiliki lahan tersebut menyatakan tidak melakukan pembakaran. Sementara itu, status kepemilikan lahan belum sepenuhnya jelas.
Saat ini, api di lokasi tersebut telah padam total. Sebelumnya, kondisi lahan gambut yang kering membuat api mudah kembali menyala sehingga luasan area terbakar terus meluas.
Kebakaran bahkan sempat merembet hingga mendekati kebun sawit milik warga Desa Kujan. Namun, penanganan tim di lapangan berhasil mengendalikan api. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno