NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pembangunan dan peningkatan Jalan Simpang Sepaku–Perigi di Kabupaten Lamandau mulai memasuki tahap pengaspalan. Pengerjaan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena diharapkan memperlancar mobilitas dan mendukung perekonomian warga.
Bupati Lamandau mengatakan, pengerjaan fisik jalan dilakukan secara bertahap. Setelah pengecoran beton kering, pekerjaan dilanjutkan dengan pengaspalan. Pemerintah daerah juga memastikan dukungan anggaran dari pemerintah pusat segera terealisasi.
"Alhamdulillah, pada pertengahan bulan depan anggaran DID/APBN melalui Inpres Nomor 11 Tahun 2025 sebesar Rp40 miliar akan turun. Sesuai usulan, anggaran tersebut dialokasikan masing-masing Rp20 miliar untuk Jalan Simpang Sepaku–Perigi dan Rp20 miliar untuk Jalan Perigi–Melata," ujar Bupati kepada wartawan, Selasa (29/9) di Nanga Bulik.
Selain ruas tersebut, Pemkab Lamandau terus melakukan penanganan infrastruktur di sejumlah titik. Peningkatan Jalan Ginih–Kinipan saat ini berlangsung dengan progres fisik sekitar 52,57 persen dan ditargetkan teraspal tahun ini.
"Kita selesaikan satu per satu yang menjadi PR Kabupaten Lamandau hari ini. Masih banyak jalan penghubung antardesa, antarkecamatan, maupun jalan dalam kota yang membutuhkan sentuhan pembangunan," tambahnya.
Warga setempat mengapresiasi upaya pemerintah daerah meningkatkan infrastruktur penghubung antarkecamatan. Budi, salah seorang warga, mengatakan Jalan Simpang Sepaku–Perigi telah lama dikeluhkan masyarakat.
"Kami senang, sebentar lagi akan merasakan jalan mulus. Namun, sekadar masukan dan saran, agar akses jalan tersebut bisa dipergunakan dalam jangka waktu yang lama, tolong alihkan jalur khusus untuk mobil-mobil yang membawa muatan di atas 10 ton. Supaya masyarakat bisa puas dan nyaman menggunakan jalur tersebut dalam jangka panjang. Terima kasih, Pak," tuturnya.
Dukungan dan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kualitas infrastruktur yang dibangun sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Kabupaten Lamandau. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno