NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Lamandau bersama TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, dan instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut dilakukan melalui Apel Gabungan Gelar Sarana dan Prasarana (Sarpras) Karhutla serta Patroli Skala Besar, Senin (28/9/2026).
Apel yang digelar di halaman Mapolres Lamandau itu dipimpin Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra bersama Kapolres Lamandau AKBP Eko Yusmiarto dan Dandim 1017/Lamandau Letnan Kolonel Arm Ady Kurniawan. Kegiatan tersebut sekaligus untuk memastikan kesiapan personel serta mengecek sarana dan prasarana penanggulangan karhutla.
Dalam arahannya, Rizky mengatakan apel gabungan menjadi bentuk kesiapsiagaan sekaligus wujud sinergi dan komitmen bersama dalam mencegah serta menanggulangi karhutla.
“Karhutla merupakan permasalahan yang memiliki dampak luas. Tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas perekonomian, transportasi, serta kehidupan sosial masyarakat,” katanya.
Menurutnya, pencegahan dan penanganan karhutla harus dilakukan secara terencana, terpadu, dan berkesinambungan. Seluruh unsur yang terlibat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Rizky menegaskan, penanggulangan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi. Diperlukan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, Damkar, perusahaan, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat.
“Setiap unsur harus memahami tugas dan tanggung jawabnya serta membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif, sehingga setiap potensi karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” tegasnya.
Melalui patroli skala besar, seluruh personel diminta aktif memantau wilayah yang memiliki potensi dan kerawanan karhutla. Patroli diarahkan pada langkah preventif dan preemtif melalui deteksi dini, pemantauan titik rawan, pemberian imbauan, serta edukasi kepada masyarakat.
Koordinasi dengan perusahaan dan pemerintah desa juga diminta terus diperkuat. Apabila ditemukan titik api atau kejadian karhutla, pelaporan, koordinasi, dan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu dengan tetap mengutamakan keselamatan personel.
Selain kesiapan personel, Rizky menekankan pentingnya memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan karhutla dalam kondisi siap operasional.
“Lakukan pengecekan terhadap kendaraan, mesin pompa, selang, alat pemadam, peralatan pendukung, serta perlengkapan lainnya, sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan dapat langsung digunakan,” ujarnya.
Kepada para kapolsek jajaran, Rizky meminta koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, dan pemangku kepentingan di wilayah masing-masing terus ditingkatkan. Daerah rawan karhutla juga diminta dipetakan agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Rizky berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan dan membangun pola kerja bersama dalam menghadapi karhutla.
“Pencegahan merupakan langkah utama. Oleh karena itu, tingkatkan kehadiran personel di lapangan, lakukan deteksi dini, perkuat patroli, tingkatkan edukasi kepada masyarakat, dan segera respons setiap informasi terkait potensi karhutla,” pesannya.
Usai apel, dilakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla yang dimiliki unsur terkait. Selanjutnya, personel gabungan melaksanakan patroli skala besar ke sejumlah wilayah yang terdapat titik api maupun lokasi yang dinilai rawan karhutla.
Dengan sinergi lintas instansi tersebut, pemerintah daerah berharap potensi karhutla di Lamandau dapat dicegah sedini mungkin dan setiap kejadian dapat segera ditangani sebelum meluas. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno