PBS Diminta Suplai Air Bersih ke Lokasi Kekeringan

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 20:35 WIB
Truk damkar BPBD lamandau membantu mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan. (RIA/RADAR SAMPIT)
Truk damkar BPBD lamandau membantu mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami kekeringan. (RIA/RADAR SAMPIT) 

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggandeng perusahaan besar swasta (PBS) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino.

Melalui koordinasi lintas sektor, perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Lamandau diberikan tanggung jawab menyuplai air bersih secara rutin ke desa-desa di sekitar wilayah operasional yang mengalami krisis air. Bantuan tersebut sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, Pemkab Lamandau setiap hari telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat. Namun, jangkauannya masih terbatas di Kecamatan Bulik dan Sematu Jaya.

"Kami setiap hari sudah menyalurkan air bersih kepada warga, hampir 20 tangki per hari. Namun, itu hanya mampu menjangkau wilayah Kecamatan Bulik dan Sematu Jaya. Untuk kecamatan yang jauh, kami harapkan bantuan perusahaan," ungkapnya.

Untuk Kecamatan Lamandau, PT Sawit Mandiri Lestari bertanggung jawab menyuplai air bersih ke Desa Samu Jaya, Tapin Bini, dan Suja. PT Pilar Wana Persada menangani Desa Sekoban dan Bekonsu.

Selanjutnya, PT Sawit Lamandau Raya menangani kebutuhan air bersih Desa Sungai Tuan, Tanjung Beringin, dan Cuai. PT Graha Cakra Mulia bersama PT Tri Eka Agro Nusantara menangani Desa Penopa, Karang Taba, dan Kawa.

Di Kecamatan Mentobi Raya, PT Karya Teknik Agro (Group) ditugaskan menyuplai air bersih ke Desa H1 atau Bukit Makmur, H2 atau Bukit Raya, H5 atau Sumber Jaya, H6 atau Bukit Harum, serta Desa Topalan, Batu Ampar, dan Lubuk Hijau.

Sementara itu, PT Tanjung Sawit Abadi bertanggung jawab terhadap suplai air bersih untuk Desa Melata dan Nanuah.

Di Kecamatan Bulik Timur, PT CBI Group bersama PT Trisetia Intiga ditugaskan menyuplai air bersih ke Desa Bukit Jaya, Sungkup, Sekondang, Toka, Naloring, Nanga Nuangan, dan Suka Maju.

PT Sawit Multi Utama, PT Mirza Pratama Utama, dan PT Hutanindo Lestari menangani kebutuhan air bersih di wilayah Km 18, Km 60, dan sekitarnya.

Di Kecamatan Belantikan Raya, PT Karda Trader bersama PT KPC bertanggung jawab menyuplai air bersih ke Desa Kahingai.

PT First Lamandau Timber Internasional ditugaskan menangani Desa Bayat, Tangga Batu, Batu Belibih, dan Sungai Buluh. Selain melakukan distribusi air secara rutin, perusahaan tersebut juga menyediakan tandon berkapasitas 5.200 liter sebagai cadangan air bagi masyarakat.

Sementara itu, PT Bukit Harum Maju Sejahtera, PT Sumber Mahardika Graha, dan PT Mirza Pratama Putra menangani kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Nanga Belantikan dan Sumber Cahaya.

Selain distribusi air bersih sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Lamandau mendorong perusahaan menyiapkan sarana dan prasarana penanggulangan kekeringan secara berkelanjutan.

"Setiap perusahaan diwajibkan membangun sedikitnya lima titik sumur bor dan dua embung atau kantong air di area operasional masing-masing. Sarana tersebut diharapkan menjadi sumber air cadangan sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan bencana kekeringan maupun karhutla yang berpotensi terjadi setiap tahun," tegas Rizky.

Dengan pembagian tanggung jawab tersebut, pemerintah berharap kebutuhan dasar masyarakat di desa-desa terdampak kekeringan tetap terpenuhi. Langkah ini juga diharapkan memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam menghadapi kondisi darurat akibat kemarau panjang. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau kekeringan air bersih