NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau menambah tiga asrama mahasiswa di luar daerah sebagai bentuk dukungan terhadap putra-putri daerah yang menempuh pendidikan tinggi. Tiga asrama baru tersebut berada di Semarang, Banjarmasin, dan Malang.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, penyediaan asrama merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap mahasiswa asal Lamandau. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua, khususnya dalam memenuhi kebutuhan tempat tinggal selama anak menjalani perkuliahan.
“Kita harapkan dengan adanya asrama baru ini dapat meringankan beban orang tua, terutama dalam hal mencari tempat tinggal selama anak-anak kita menempuh pendidikan,” ujar Rizky.
Dengan penambahan tiga asrama tersebut, Pemkab Lamandau kini memiliki total enam asrama mahasiswa yang tersebar di luar daerah. Keenam asrama itu berada di Yogyakarta, Palangka Raya, Malang, Semarang, Banjarmasin, dan Pangkalan Bun.
Rizky menegaskan, Pemkab Lamandau akan terus memberikan dukungan kepada putra-putri daerah yang menempuh pendidikan tinggi di luar Kabupaten Lamandau. Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan penting untuk menyiapkan sumber daya manusia Lamandau di masa mendatang.
“Anak-anak kita yang melanjutkan pendidikan tinggi di luar daerah adalah generasi penerus Lamandau. Karena itu, pemerintah daerah harus hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki,” katanya.
Selain menyediakan asrama, Pemkab Lamandau juga secara rutin mengalokasikan anggaran untuk program beasiswa bagi masyarakat Lamandau yang menempuh pendidikan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Harapan kita, anak-anak Lamandau bisa mendapatkan pendidikan yang baik, menyelesaikan kuliahnya, kemudian kembali dan ikut membangun daerah. Mereka adalah aset dan masa depan Lamandau,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Lamandau Koko Hadiyatmoko menjelaskan, seluruh bangunan asrama tersebut disewa oleh pemerintah daerah. Setiap asrama rata-rata memiliki enam kamar dan dapat dihuni lebih dari enam mahasiswa.
“Sistemnya sewa yang diakomodasi oleh Pemda Lamandau. Untuk bisa tinggal di asrama, mahasiswa harus menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Lamandau,” jelas Koko. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno