NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpotensi mengganggu jaringan distribusi listrik di Kabupaten Lamandau. Kobaran api yang berada dekat jaringan listrik dapat menyebabkan gangguan hingga pemadaman apabila mengenai kabel distribusi secara langsung.
Manager PLN ULP Nanga Bulik Muhammad Fahriza mengatakan, hingga saat ini karhutla di Lamandau belum berdampak serius terhadap jaringan distribusi 20 kV milik PLN.
“Alhamdulillah, di Kabupaten Lamandau sampai saat ini masih aman. Karhutla yang terjadi belum sampai berdampak serius terhadap jaringan distribusi 20 kV milik kami,” ujar Fahriza.
Meski demikian, PLN meningkatkan kewaspadaan dengan menyiagakan petugas untuk melakukan pengecekan apabila mendapat informasi kebakaran di sekitar jaringan listrik.
“Untuk petugas memang ada yang selalu standby. Jika ada informasi kebakaran, kita langsung arahkan petugas untuk cek ke lapangan guna memastikan apakah ada aset kami yang terdampak,” katanya.
Menurut Fahriza, tiang listrik berbahan beton maupun besi relatif aman apabila terkena panas atau api. Namun, kondisi berbeda apabila kobaran api mengenai kabel distribusi secara langsung.
“Yang dikhawatirkan itu kalau kabel distribusi terkena api secara langsung,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar tiang listrik di Kabupaten Lamandau berdiri di atas tanah mineral sehingga relatif lebih aman dibandingkan jika berada di lahan gambut. Kebakaran di lahan gambut dapat menggerus tanah di sekitar bagian bawah tiang dan berpotensi menyebabkan tiang roboh.
“Untungnya tiang listrik di wilayah Kabupaten Lamandau sebagian besar berada di atas tanah mineral, bukan lahan gambut sehingga cukup aman. Yang dikhawatirkan kalau berada di lahan gambut, dampak pada kebakaran mengakibatkan tanah pada bagian bawah tergerus dan berpotensi mengakibatkan tiang tersebut roboh,” ungkap Fahriza.
PLN ULP Nanga Bulik meminta masyarakat segera melaporkan titik api yang berada dekat jaringan listrik dan berpotensi membahayakan distribusi listrik.
“Seperti hari ini, tim kita meluncur ke Desa Tamiang karena ada karhutla yang berada dekat dengan jaringan distribusi listrik,” tambahnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas dan mengganggu jaringan listrik maupun membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno