SMPN 4 Bulik Nyaris Terbakar

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 04:00 WIB
Damkar memadamkan api di pekarangan belakang SMPN 4 Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (14/9) sekitar pukul 11.40 WIB.
Damkar memadamkan api di pekarangan belakang SMPN 4 Bulik, Kabupaten Lamandau, Senin (14/9) sekitar pukul 11.40 WIB.  

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – SMPN 4 Bulik, Kabupaten Lamandau, nyaris terbakar setelah api melalap area pekarangan belakang sekolah, Senin (14/9) sekitar pukul 11.40 WIB. Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke rerumputan kering di kawasan perbukitan belakang sekolah.

Api dengan cepat membesar dan membumbung tinggi sehingga sempat membuat panik guru dan penjaga sekolah. Beruntung, tidak ada siswa di lingkungan sekolah saat kejadian karena kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Lamandau Triadi membenarkan kejadian tersebut. Setelah menerima laporan, pihaknya langsung mengerahkan personel dan satu unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

“Benar, tadi sempat terjadi kebakaran di area pekarangan belakang sekolah SMPN 4. Setelah mendapatkan laporan, kita langsung luncurkan satu unit mobil damkar hingga akhirnya api berhasil kita padamkan,” kata Triadi.

Petugas bergerak cepat sehingga api berhasil dipadamkan sebelum menjalar dan mengenai bangunan sekolah.

Triadi mengimbau masyarakat maupun instansi agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama di halaman atau lingkungan sekitar perkantoran dan fasilitas umum. Menurutnya, api dari pembakaran sampah dapat dengan mudah menjalar ke rumput atau semak yang kering.

Terlebih, kondisi cuaca saat ini cenderung kering dan rawan terjadi kebakaran. Selain berpotensi merusak fasilitas umum, kebakaran juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Ia meminta seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau kebakaran