NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menyelimuti sejumlah wilayah pedesaan di Kabupaten Lamandau. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas warga dan menurunkan kenyamanan akibat kualitas udara yang terdampak asap.
Kondisi tersebut terlihat di kawasan perbukitan Bukit Traktor, Desa Penopa, Kecamatan Lamandau. Kawasan yang biasanya terlihat hijau dan memiliki udara sejuk kini diselimuti asap pekat.
Karhutla juga terjadi di wilayah perbukitan Kecamatan Delang. Gumpalan asap terlihat membumbung dan menutupi sejumlah kawasan sehingga jarak pandang serta kualitas udara di sekitar permukiman warga ikut terganggu.
Dari foto yang beredar, kepulan asap tampak menyelimuti hampir seluruh kawasan perbukitan. Pemandangan hijau yang menjadi ciri khas wilayah tersebut berubah menjadi kelabu akibat pekatnya kabut asap.
Salah seorang warga, Ersa, mengatakan kabut asap telah dirasakan masyarakat sekitar sepekan terakhir. Menurutnya, kondisi semakin mengganggu ketika kebakaran terjadi di sejumlah titik.
“Sudah seminggu ini desa kita diselimuti kabut asap dampak karhutla, karena banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab membakar hutan,” ungkapnya.
Kabut asap juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Gangguan pernapasan menjadi salah satu risiko yang dikhawatirkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia serta warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat di Kecamatan Delang dan Kecamatan Lamandau berharap penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan maksimal. Mereka meminta tim gabungan yang tergabung dalam satuan tugas (satgas) karhutla segera menangani titik api dan kawasan yang masih berpotensi terbakar.
Selain pemadaman, masyarakat berharap upaya pencegahan dan pengawasan ditingkatkan. Jika ditemukan pembakaran lahan yang dilakukan dengan sengaja dan melanggar ketentuan, warga mendorong aparat menindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
Warga berharap kondisi udara segera kembali normal sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu akibat kabut asap karhutla. (mex/yit)
Editor : Heru Prayitno