Diduga Tercemar Tuba, Perumda Tirta Lamandau Hentikan Sementara Distribusi Air Bersih

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi Air Bersih (AI)
Ilustrasi Air Bersih (AI)

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com - Pasokan air bersih Perumda Tirta Lamandau ke rumah warga Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, terhenti sejak Sabtu sore (5/9) hingga Minggu (6/9) pukul 11.00 WIB.

Gangguan ini disinyalir terjadi akibat dampak aktivitas masyarakat Desa Bunut yang melakukan tradisi menuba adat (menangkap ikan dengan racun alami) di aliran Sungai Lamandau.

Keluhan tersebut memicu reaksi warga di media sosial Facebook. Pemilik akun Irwansyah Iwan mengungkapkan kekecewaannya terkait terhentinya aliran air bersih akibat kegiatan tersebut.

Baca Juga: Bandara Soetta Ditutup Imbas Abu Krakatau, Penumpang Asal Sampit Naik Kereta Menuju Surabaya

"Gegara manuba adat di Desa Bunut ni, air bersih PDAM di Nanga Bulik tidak bisa menyalurkan air bersih dalam waktu 2 atau 3 hari. Soal air tuba mereka ditakutkan berimbas dengan kesehatan warga masyarakat Nanga Bulik," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Salah satu pemilik keramba apung di Sungai Lamandau, Gusti Eman  juga mengeluhkan maraknya aktivitas menuba di sungai tersebut. Ia khawatir ikan-ikan keramba miliknya akan terdampak.

Menanggapi keluhan masyarakat, Plt Direktur Perumda Tirta Lamandau, Manto, memberikan penjelasannya mengenai penghentian distribusi air bersih.

Baca Juga: Dua Penerbangan ke Sampit Hari Ini Mendadak Dibatalkan, Ternyata Fenomena Alam Ini jadi Penyebabnya

"Kalau kemarin sore memang ada perbaikan mesin intake, kebetulan kita juga mendengar ada kegiatan menuba, sehingga kita memutuskan off sementara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ungkap Manto saat dikonfirmasi.

Ia juga meluruskan isu terkait lamanya durasi penghentian layanan yang beredar di media sosial. Pihaknya kini tengah menjadwalkan pengujian sampel air sungai terlebih dahulu.

"Sementara kita masih mau ambil uji air Sungai Lamandau dulu, adapun informasi dua dan tiga hari tidak beroperasi itu tidak benar. Kami masih melakukan uji sampel air, jadi kami menunggu hasil itu dulu," jelasnya.

Baca Juga: Kebakaran SDN 1 Pangkut, Tiga Ruang Kelas Ludes jadi Arang

Di sisi lain, Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turut memberikan tanggapan melalui status media sosialnya. Ia mengimbau masyarakat untuk memikirkan dampak luas sebelum menggelar aktivitas menuba. (mex)

Editor : Slamet Harmoko
tercemar tuba Perumda Tirta Lamandau PDAM Lamandau air bersih