NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com — Setelah hampir dua bulan dilanda kemarau panjang, hujan akhirnya mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau, Jumat (4/9) sore. Meski belum merata, turunnya hujan disambut penuh sukacita oleh masyarakat yang selama ini menanti datangnya air dari langit.
Hujan dengan intensitas sedang hingga deras dilaporkan terjadi di Desa Bunut, Desa Melata dan Desa Purwareja. Sementara itu, hujan ringan mengguyur Desa Kujan. Beberapa desa lainnya juga mulai mendapatkan hujan meski hanya dalam bentuk gerimis.
Datangnya hujan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Lamandau yang selama hampir dua bulan menghadapi kondisi kering akibat kemarau panjang. Kekeringan tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air, tetapi juga meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah.
Masyarakat pun berharap hujan yang mulai turun tersebut menjadi pertanda berakhirnya kemarau panjang. Mereka berharap dalam beberapa pekan ke depan hujan kembali turun dengan intensitas dan cakupan wilayah yang lebih merata sehingga kondisi lahan yang kering dapat kembali basah.
"Alhamdulillah hujan yang ditunggu akhirnya datang juga," ungkap Indah salah satu warga.
Kegembiraan menyambut hujan bahkan terlihat langsung di tengah perjuangan para petugas Satgas Karhutla. Saat itu, tim sedang berjibaku memadamkan kebakaran di area kebun warga yang berada di belakang GOR Desa Kujan.
Setelah berhasil memadamkan api, hujan ringan tiba-tiba turun di lokasi. Suasana yang sebelumnya penuh ketegangan berubah menjadi penuh kegembiraan. Para petugas tampak bercanda dan berjoget sambil mengemasi selang dan peralatan pemadam yang baru saja digunakan.
Momen spontan tersebut menjadi gambaran betapa berharganya hujan bagi para petugas yang selama berminggu-minggu harus berjibaku menghadapi kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan lahan yang sangat kering.
Bagi masyarakat maupun para petugas Karhutla, hujan kali ini bukan sekadar membasahi tanah, tetapi juga menjadi harapan baru agar ancaman Karhutla segera berkurang dan kondisi lingkungan Lamandau kembali pulih. (mex)
Editor : Slamet Harmoko