Lebih 10 Tahun Mangkrak, Dua Mobil Damkar Lamandau Kembali Hidup. Diperbaiki Mekanik PT. Gemareksa

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 20:41 WIB
DIPERBAIKI: Mekanik PT. Gemareksa membantu perbaikan mobil Damkar milik Pemkab Lamandau yang lama rusak. FOTO: IST/RADAR SAMPIT
DIPERBAIKI: Mekanik PT. Gemareksa membantu perbaikan mobil Damkar milik Pemkab Lamandau yang lama rusak. FOTO: IST/RADAR SAMPIT

 

NANGA BULIK, Radarsampit.jawapos.com – Kepedulian dunia usaha terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Lamandau kembali ditunjukkan.

Karya Teknik Agri Group (PT. Gemareksa) membantu memperbaiki sejumlah mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik pemerintah daerah yang sebelumnya tidak beroperasi akibat kerusakan.

Perusahaan menurunkan mekanik untuk mengecek dan memperbaiki kendaraan, termasuk mengganti sejumlah suku cadang yang rusak. Dari tiga unit yang direncanakan diperbaiki, dua di antaranya sudah berhasil kembali beroperasi.

Baca Juga: Ancaman Karhutla di Lahan Gambut, Teluk Sampit dan MB Ketapang Jadi Titik Merah

Manager Teknik Karya Teknik Agri Group (PT. Gemareksa) Agus Dwi Syahputra mengatakan, proses perbaikan dilakukan secara bertahap.

“Dari tiga unit Damkar yang berencana kita perbaiki, hari kedua ini sudah ada dua mobil yang berhasil jalan,” ujar Dwi.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Lamandau Triadi menyambut baik bantuan tersebut. Menurutnya, mekanik perusahaan membantu menghidupkan kembali armada lama yang sebelumnya hanya terparkir karena mengalami kerusakan.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan montir atau mekanik dari pihak perusahaan ini. Beberapa mobil tua yang sebelumnya tidak bisa digunakan akhirnya bisa jalan lagi,” kata Triadi.

Triadi menjelaskan, dari total armada yang dimiliki, saat ini hanya lima kendaraan dalam kondisi sehat. Tiga unit digunakan untuk operasional, sementara dua lainnya menjadi cadangan. Adapun tiga unit lainnya mengalami kerusakan total.

Baca Juga: Ternyata Sebelum Jadi Tersangka, Sekretaris KPU Kotim Ajukan Justice Collaborator

“Kendaraan yang mati total itu memang cukup tua. Ada yang sudah lebih dari 10 tahun mati, bahkan ada yang pengadaan sejak baru pemekaran dulu,” ungkapnya.

Dua kendaraan yang berhasil diperbaiki kini dapat dimanfaatkan untuk membantu menyuplai air ke lokasi Karhutla.

Meski belum bisa digunakan maksimal untuk penyemprotan karena mesin penyemprot tidak berfungsi, keberadaannya tetap membantu operasi di lapangan.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, kondisi armada tersebut diketahui saat dirinya memantau gudang Damkar. Di tengah kebutuhan kendaraan untuk menangani Karhutla, beberapa mobil justru masih terparkir karena rusak.

Baca Juga: Penyebab Keracunan: Ketua Asrama Bantah Makanan dari Dapur Ponpes, Tapi dari MBG yang Disuplai SPPG

“Satu dari zaman pemekaran, dua lagi usianya sudah 10 tahun lebih. Kalau menunggu diantar ke bengkel, cukup lama antre perbaikannya. Jadi kita minta bantuan perusahaan yang memiliki mekanik untuk bisa memperbaiki yang ringan-ringan agar segera hidup dan digunakan untuk membantu suplai air di lapangan,” ujar Rizky.

Ia mengapresiasi bantuan PT. Gemareksa yang ikut membantu pemerintah daerah. Menurutnya, dalam kondisi darurat karhutla, setiap armada sangat berarti dan perlu dimanfaatkan sesuai kemampuannya.

Tambahan dua armada yang kembali beroperasi diharapkan dapat memperkuat mobilisasi air dan penanganan Karhutla di sejumlah wilayah Lamandau. (soc/mex/fm)

 

Editor : Farid Mahliyannor
armada damkar lamandau Pt Gemareksa Perbaikan karhutla