Bupati Lamandau Ajukan Bandara dan Gudang Logistik ke BNPB

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:35 WIB
Gardu Induk PLN di Nanga Bulik dikepung api kebakaran lahan dan hutan pada Kamis malam (20/8/2026). (Ria Mekar/Radar Sampit)
Gardu Induk PLN di Nanga Bulik dikepung api kebakaran lahan dan hutan pada Kamis malam (20/8/2026). (Ria Mekar/Radar Sampit)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Lamandau mengajukan pembangunan dan pengembangan fasilitas Bandara Desa Guci dan Batu Kotam serta gudang logistik kebencanaan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usulan tersebut disiapkan untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mempercepat penanganan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengajukan permohonan audiensi kepada Kepala BNPB di Jakarta melalui surat Nomor 003.4/35/VIII/PKP/2026 tertanggal 31 Agustus 2026. Audiensi diusulkan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026 sekitar pukul 09.00 WIB, dengan waktu dan tempat menyesuaikan agenda BNPB.

Dalam surat tersebut, Bupati menjelaskan bahwa luas kawasan hutan dan lahan serta kondisi geografis dan akses antarkawasan di Lamandau menjadi tantangan dalam penanggulangan bencana. Karena itu, diperlukan langkah yang lebih terencana, cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Diperlukan langkah penanggulangan bencana yang lebih terencana, cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan,” ucap Bupati.

Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan pemadaman, tetapi juga mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, distribusi bantuan, mobilisasi personel, dan pengerahan peralatan.

Bupati menyebut Lamandau telah menyiapkan lahan untuk pembangunan bandara. Dalam audiensi dengan BNPB, Pemkab Lamandau akan mengusulkan pembangunan dan pengembangan fasilitas Bandara Desa Guci dan Batu Kotam sekaligus gudang logistik kebencanaan di kawasan tersebut.

“Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Lamandau dan sekitarnya, khususnya dalam menghadapi karhutla,” kata Bupati.

Keberadaan bandara diharapkan mendukung mobilisasi personel, peralatan, dan sarana penanggulangan bencana secara lebih cepat. Sementara itu, gudang logistik akan difungsikan sebagai pusat penyimpanan dan distribusi kebutuhan tanggap darurat.

Dalam audiensi, Pemkab Lamandau juga akan menyampaikan kondisi dan pemetaan risiko karhutla, mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, serta membahas rencana pembangunan Bandara Desa Guci dan Batu Kotam sebagai infrastruktur pendukung mobilisasi.

“Pembangunan infrastruktur pendukung penanggulangan bencana tersebut tidak hanya bermanfaat dalam menghadapi karhutla, tetapi juga dapat mendukung respons terhadap berbagai potensi bencana lainnya serta mempercepat distribusi bantuan dan mobilisasi sumber daya pada saat keadaan darurat,” tegas Bupati.

Pemkab Lamandau berharap BNPB memberikan dukungan dalam penyediaan sarana, prasarana, peralatan, dan logistik penanggulangan bencana. Pemkab juga mendorong koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar pembangunan serta pengembangan fasilitas tersebut dapat diwujudkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebagai bahan pembahasan, Pemkab Lamandau siap membawa data kondisi wilayah, dokumentasi lapangan, peta lokasi, serta dokumen pendukung lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla melalui peningkatan infrastruktur, logistik, dan kecepatan respons. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau bencana BNPB karhutla