Sehari, Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Lima Titik

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:14 WIB

 

Tim gabungan memadamkan kebakaran di lima titik wilayah Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu (30/8). (Ria/Radar Sampit)
Tim gabungan memadamkan kebakaran di lima titik wilayah Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu (30/8). (Ria/Radar Sampit)

   

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memadamkan kebakaran di lima titik di wilayah Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Minggu (30/8). Penanganan masih berlanjut di sejumlah lokasi karena api kembali muncul dan meluas.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, mengatakan, tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Satpoldam, TNI, Polri, dan masyarakat dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

“Pada hari Minggu kemarin, tim gabungan di lapangan bekerja keras menangani pemadaman di lima titik lokasi kebakaran, yakni di Desa Bunut, Gang Gaharu Simpang Fitri, serta tiga lokasi di Desa Kujan,” ujar Hendikel saat dikonfirmasi wartawan, Senin (31/8).

Di Desa Bunut, petugas menangani kebakaran lahan gambut dan semak belukar seluas kurang lebih dua hektare. Hingga Senin, api di lokasi tersebut belum sepenuhnya padam. Kondisi lahan gambut yang mudah terbakar kembali, akses jalan, serta jarak sumber air yang cukup jauh menjadi kendala petugas.

Sementara itu, kebakaran di Gang Gaharu Simpang Fitri seluas sekitar 0,5 hektare telah berhasil dipadamkan. Kebakaran di lahan depan Dermaga Desa Kujan dengan luas sekitar 20 x 30 meter juga telah berhasil ditangani.

Dua titik lainnya di Desa Kujan masih menjadi perhatian petugas, yakni kawasan belakang jaringan listrik tegangan tinggi (SUTET) dan Jalan Kompi atau eks persawahan Desa Kujan. Api di kedua lokasi tersebut dilaporkan kerap kembali menyala, terutama pada siang hingga menjelang sore.

Pada Senin (31/8), api di dua lokasi tersebut kembali meluas hingga membakar kebun sawit warga dan mendekati permukiman.

Untuk mempercepat penanganan, seluruh armada tangki penyuplai air milik BPBD, Satpoldam, dan Kodim 1017/LMD dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Hendikel mengatakan, penanganan karhutla juga menghadapi kendala di sejumlah wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten, khususnya di luar Kecamatan Bulik. Sejumlah titik api di wilayah tersebut belum seluruhnya dapat dijangkau tim kabupaten karena keterbatasan jarak dan akses.

Karena itu, BPBD meminta dukungan aparatur kecamatan, pemerintah desa, dan perusahaan yang berada paling dekat dengan lokasi kebakaran untuk membantu penanganan titik api yang sulit dijangkau tim kabupaten.

“Kami juga meminta bantuan aparatur kecamatan, desa, dan perusahaan terdekat yang berada di sekitar lokasi apabila terdapat titik api di wilayahnya yang sulit dijangkau tim dari kabupaten,” kata Hendikel.

Hendikel mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Menurutnya, kondisi kemarau membuat api yang awalnya kecil dapat dengan cepat meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama di lahan gambut yang sangat rentan memicu titik api besar dan sulit dipadamkan saat musim kemarau,” tegasnya. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau karhutla