Siswa SMKN 2 Nanga Bulik Salat Istisqa untuk Minta Turun Hujan

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 10:21 WIB
SMKN 2 Nanga Bulik menggelar salat Istisqa di halaman sekolah, Rabu (26/8). (Ria/Radar Sampit)
SMKN 2 Nanga Bulik menggelar salat Istisqa di halaman sekolah, Rabu (26/8). (Ria/Radar Sampit)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – SMKN 2 Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, menggelar salat Istisqa di halaman sekolah, Rabu (26/8). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama agar hujan segera turun di tengah kondisi kemarau, kabut asap, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Salat Istisqa diikuti ratusan siswa dan guru yang beragama Islam. Sementara itu, siswa beragama Kristen dan Katolik turut melakukan ibadah dan doa sesuai keyakinan masing-masing untuk memohon pertolongan Tuhan agar hujan segera turun dan kondisi kabut asap berakhir.

Kepala SMKN 2 Nanga Bulik Toto Subagio mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memupuk keimanan dan ketakwaan siswa. Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui doa bersama.

“Tujuannya agar siswa memiliki keimanan dan memahami bahwa hanya kepada Allah kita berserah diri dan meminta pertolongan. Apalagi saat ini terjadi bencana karhutla dan asap. Ini merupakan bentuk keprihatinan kita,” ujar Toto.

Menurut Toto, berbagai upaya tetap harus dilakukan untuk menghadapi kondisi tersebut. Namun, doa juga menjadi bagian penting sebagai bentuk kepasrahan dan permohonan kepada Tuhan.

“Selain usaha, kita juga berdoa agar segera diturunkan hujan,” katanya.

Salat Istisqa dipimpin salah seorang guru SMKN 2 Nanga Bulik, Hernawan, M.Pd. Para siswa mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat di halaman sekolah.

Pelaksanaan salat Istisqa tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah yang meminta seluruh SMA, SMK, dan SKh di wilayah Kalteng memfasilitasi pelaksanaan salat Istisqa bagi siswa dan guru beragama Islam.

Dalam surat edaran tersebut, salat Istisqa disebut sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT dalam menghadapi kondisi kabut asap dan kekeringan di Kalimantan Tengah.

Bagi SMKN 2 Nanga Bulik, doa bersama tersebut menjadi bentuk kepedulian warga sekolah terhadap kondisi lingkungan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan itu juga menunjukkan toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
Istisqa lamandau kemarau karhutla