Bupati Lamandau Terjun Langsung Tangani Karhutla, Imbau Warga Pakai Masker

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 04:30 WIB
Gardu Induk PLN di Nanga Bulik dikepung api kebakaran lahan dan hutan pada Kamis malam (20/8/2026). (Ria Mekar/Radar Sampit)
Gardu Induk PLN di Nanga Bulik dikepung api kebakaran lahan dan hutan pada Kamis malam (20/8/2026). (Ria Mekar/Radar Sampit)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra terjun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar puluhan hektare lahan gambut di Desa Kujan, Kecamatan Bulik, Kamis malam (20/8).

Bersama Kapolres dan Dandim, Rizky mengoordinasikan personel di lapangan untuk memudahkan akses bantuan, mulai dari pasokan air, logistik, hingga tenaga kesehatan.

“Kita mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk melakukan pemadaman. Namun, upaya ini masih terbatas karena lokasi kebakaran cukup jauh dan tidak dapat diakses kendaraan,” ujar Rizky.

Pemerintah Kabupaten Lamandau juga telah meminta bantuan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk penanganan karhutla, termasuk rekayasa hujan dan pemadaman melalui jalur udara.

Di tengah kondisi tersebut, Pemkab Lamandau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kabut asap. Bupati meminta warga disiplin menggunakan alat pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar rumah.

“Waspada kabut asap. Gunakan masker medis atau respirator saat beraktivitas di luar ruangan,” katanya.

Rizky juga meminta kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, membatasi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dan kebersihan lingkungan rumah dengan memperbanyak minum air putih serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya asap.

“Segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, demam, atau iritasi mata yang berat,” pungkasnya. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau gardu induk karhutla