Kondisi Fiskal Lamandau Stabil di Tengah Efisiensi Anggaran

Ria Mekar Anggreany • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:55 WIB
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra saat paparan dalam kegiatan rapat kerja baru-baru ini.(dok)
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra saat paparan dalam kegiatan rapat kerja baru-baru ini.(dok)

 

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra menyebut kondisi fiskal Kabupaten Lamandau masih stabil di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Kondisi tersebut, menurut dia, terlihat dari kemampuan pemerintah daerah mempertahankan sejumlah program pelayanan dasar bagi masyarakat.

Rizky mengatakan, angka kemiskinan di Kabupaten Lamandau saat ini berada di kisaran 3,3 persen dan masih menjadi salah satu yang terendah. Menurut dia, angka tersebut menjadi salah satu indikator perekonomian masyarakat Lamandau masih cukup kuat meskipun daerah menghadapi keterbatasan fiskal.

“Dengan kondisi tidak ada sektor pertambangan, daerah kita masih bisa bertahan. Kalau pun ada, itu tambang masyarakat skala kecil-kecilan, namun tidak ada perusahaan tambang. Artinya, kita masih bisa survive sampai sekarang di tengah badai efisiensi,” kata Rizky.

Menurut Rizky, perekonomian Lamandau turut ditopang kondisi ekonomi makro, khususnya sektor perkebunan yang banyak dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Aktivitas perkebunan masyarakat menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah dalam menjaga daya tahan perekonomian.

Ia menyebut kondisi fiskal setiap daerah berbeda. Saat ini, pemerintah daerah di berbagai wilayah menghadapi kebijakan efisiensi yang berdampak terhadap kemampuan daerah membiayai program pembangunan dan pelayanan publik.

“Tidak semua daerah bisa seperti ini, karena saat ini kita semua dihadapkan dengan persoalan efisiensi, semua keuangan daerah dipangkas,” jelasnya.

Di sisi keuangan daerah, Rizky menegaskan APBD Kabupaten Lamandau masih tergolong stabil meskipun anggaran terbatas. Sejumlah program tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah.

Di sektor kesehatan, program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Lamandau disebut tetap berjalan. Begitu pula dengan tunjangan pegawai atau Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang hingga kini tidak mengalami pemotongan.

Sementara di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lamandau masih menjalankan program seragam sekolah gratis bagi peserta didik.

Menurut Rizky, keberlangsungan sejumlah program tersebut tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lamandau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dan pemerintah pusat. Dukungan tersebut dinilai membantu daerah mempertahankan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Semua berkat kerja sama dan sinergi kita bersama pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, sehingga banyak bantuan yang diberikan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat dalam menunjang pembangunan di Lamandau,” katanya.

Dukungan tersebut antara lain berupa pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan, pembangunan dua sekolah, serta perluasan akses jaringan listrik ke sejumlah desa.

Di tengah kondisi fiskal yang dinilai tetap stabil, Pemerintah Kabupaten Lamandau berkomitmen mempertahankan program prioritas, terutama pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (mex/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
lamandau efisiensi anggaran